Forgot Password Register

Mau Jadi Pemberi Pinjaman? Bunganya 24 Persen Nih Gengs

Mau Jadi Pemberi Pinjaman? Bunganya 24 Persen Nih Gengs Ilustrasi pinjaman. (Pixabay)

Pantau.com - Pengelolaan keuangan nampaknya mulai diperhatikan oleh generasi millenial. Pasalnya generasi ini sedang dalam masa produktif dan sebagian besar sudah memiliki penghasilan. 

Salah satu pengelolaan keuangan yang layak dicoba oleh millennial misalnya, menyimpan dana dengan disalurkan ke pendanaan. Pendanaan memberikan jumlah return yang beragam, salah satunya pendanaan di financial technologi (fintech).  yang saat ini sedang cukup menjamur. 

Bagi millennial yang dananya masih terbatas dan hanya bisa melakukan pendanaan dengan waktu terbatas bisa mencoba melakukan pendanaan sebagai lender di industri fintech.

Baca juga: Kabar Gembira, Pertamina Temukan Cadangan Minyak di Sumur Benewangi

Salah satunya fintech Asetku. Perusahaan ini bergerak di bidang peer to peer lending (P2P Lending) atau penyaluran pinjaman online. Asetku menjanjikan return hingga 24 persen pertahun. Namun tenor pendanaannya beragam mulai dari 15 hingga 30 hari. 

"Setiap pendanaan di Asetku menggunakan fixed return rate. sehingga Pemberi Pinjaman dapat melihat return rate pasti. Estimasi jumlah pengembalian beserta besaran return. dan jelas waktu kembalinya," ujar Direktur Asetku Andrisyah Tauladan saat jumpa pers di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Tak hanya itu, pendanaan ini juga dinilai cukup terjangkau karena bisa dimulai dari Rp2 juta. Sehingga Andri menilai ini mudah dilakukan bahkan oleh pemula.

"Mulai dari Rp2 juta rupiah, Pemberi Pinjaman sudah bisa mendapatkan return dengan meminjamkan dananya kepada Peminjam Berkualitas," tambahnya. 

Baca juga: Proyek Infrastruktur, Jadi Senjata untuk Jokowi atau Prabowo di Debat Kedua?

Pendanaan ini nantinya disalurkan oleh Asetku dengan menggandeng Akulaku sebagai partner eksklusif penyedia Peminjam berkualitas. Hal ini dilakukan untuk menekan resiko gagal bayar. Hanya Peminjam Akulaku yang memiliki grade "Sangat Baik" dengan tenor tertentu yang bisa didanai. 

"Penentuan grade ini dilihat dari credit history harus yang pernah melakukan kredit sehingga bisa terlihat rekem jejaknya, juga frekuensi pinjaman dan juga ketepatan pembayaran, kalau ada yang pernah telat tidak kita kasih karena untuk menjaga resiko," kata Andri. 

Andri menambahkan meskipun Peminjam telah memiliki grade "Sangat Baik", Asetku melakukan double checking untuk memastikan kualitas para Peminjam.

"Guna meminimalisir adanya risiko pendanaan. Asetku juga melakukan diversifikasi atau penyebaran dana secara otomatis yang disesuaikan dengan nominal tiap pendanaan," katanya.

Baca juga: Di Tengah Goyangan Utang Negara, Jokowi Tegaskan Pentingnya Infrastruktur

Untuk diketahui sejauh ini jumlah Non-Performing Loan (NPL) Asetku masih 0,00 persen.

"Pengembalian dana pokok maupun return kepada Pemberi Pinjaman masih diangka 100 persen, artinya belum ada gagal bayar kepada Pemberi Pinjaman," imbuhnya. 

Pihaknya mencatat, hingga Februari 2019 jumlah pendanaan yang berhasil disalurkan kepada peminjam sudah lebih dari Rp200 miliar dari 4.000 lender dan telah disalurkan kepada 200 ribu peminjam. Asetku menargetkan pada kuartal 2 tahun ini, penyaluran dana kepada Peminjam mencapai Rp500 miliar tiap bulannya. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More