Forgot Password Register

Mayat Bocah Korban Penganiayaan Ditemukan dalam Plastik Hitam

Foto Jasad Anak (Foto: RRI) Foto Jasad Anak (Foto: RRI)

Pantau.com - Warga Kampung Kertajaya, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan mayat bocah laki-laki yang disimpan dalam karung plastik warna hitam, Kamis(7/6/2018).

Mayat bocah laki-laki yang diduga korban penganiayaan itu ditemukan sekitar pukul 05.15 WIB pagi oleh warga bernama Joko Suranto (55) saat melintas di Gang Kanvas Mulya Kertajaya.

Baca juga: Mayat Gadis Berusia 500 Tahun Persembahan untuk Dewa Ditemukan dalam Kondisi Utuh

Temuan mayat itu langsung dilaporkan kepada ketua RT Yati Nurhayati (55) yang kemudian mengontak Ketua RW dan anggota Babinkamtibmas Polsek Padalarang.

"Pertama ditemukan saksi Joko Suranto saat akan berangkat kerja dan melihat kantong keresek warna hitam teronggok di parit kecil di Gang Kanvas Mulya. Karena penasaran kantong keresek itu dibukanya, ternyata berisi mayat anak manusia yang sudah mulai mengeluarkan bau," ujar Kapolsek Padalarang Kompol Nyoman Yudhana, Kamis (7/6/2018).

Korban diperkirakan berusia sekitar empat tahun dengan perawakan tubuh kurus kecil, rambut lurus serta menggunakan pakaian berbahan kain warna biru Tosca dan celana pendek warna cream.

"Selain luka memar di bagian kepala korban, juga ada bekas luka sobek lama di bagian pergelengan kaki, yang diduga bekas kekerasan," katanya.

Baca juga: Kronologis Tewasnya Sosis, Bocah Korban Sembako Maut Monas

Menurut Nyoman, pihaknya langsung turun melakukan olah TKP dan memintai keterangan dari sejumlah saksi di lokasi penemuan serta melakukan penyelidikan.

"Sejauh ini belum ada warga yang mengaku mengenali korban. Kami berharap bila ada warga yang memiliki informasi terkait dengan penemuan mayat bocah malang tersebut, dapat menghubungi kami guna membantu pengungkapan kasus temu mayat tersebut," ujarnya.

Setelah melakukan olah TKP selanjutnya jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk diautopsi. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More