Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Melalui Film, Christine Hakim Belajar Sejarah Indonesia

Melalui Film, Christine Hakim Belajar Sejarah Indonesia Christine Hakim. (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Selama empat dekade berkarir di industri film, aktris Christine Hakim telah mencicipi pengalaman berakting di lima film sejarah, yang membuatnya bisa belajar lebih dalam tentang Indonesia.

Proses pembuatan film sejarah, ujar Christine, terasa seperti rekonstruksi skenario Tuhan sebab apa yang disajikan berasal dari kisah nyata.

"Jadi napak tilas bagi saya sebagai bangsa Indonesia untuk memahami apa itu Indonesia," ujar Christine di konferensi pers film 'Bumi Itu Bulat', di Jakarta, Senin, 11 Maret 2019.

Baca juga: Pengalaman Pertama Main Film Pendek, Christine Hakim Merasa Aneh

Salah satu film sejarah yang dibintanginya adalah 'Tjoet Nja' Dhien' (1988). Lewat film itu, Christine bisa membayangkan perjuangan pahlawan untuk meraih kemerdekaan Indonesia yang sekarang bisa dinikmati semua orang.

Saat mengenang Cut Nyak Dien, Christine terdiam sejenak. Dengan suara tercekat menahan tangis, dia melanjutkan, "Berapa juta nenek moyang kita, yang gugur tumpah darah mereka. Kita hanya menikmati hasil perjuangan dan kerja keras. Tidak ada darah yang kita tumpahkan," ujar dia.

Dia menyayangkan, kemerdekaan yang didapat secara susah payah itu kerap lupa disyukuri oleh orang-orang saat ini. Keberagaman yang jadi kekuatan Indonesia akhir-akhir ini justru kerap dijadikan sumber masalah.

"Kita harus mengasihi sesama hamba Allah," ujarnya.

Baca juga: Pesan Christine Hakim untuk Aktor Muda: Akting itu Ibadah

Christine Hakim adalah salah satu inisiator mempromosikan toleransi di kalangan anak muda melalui film layar lebar.

Bersama Ketua Umum PP GP Ansor Gus Yaqut, sineas Robert Ronny, komika Arie Kriting dan perancang Jenahara Nasution bersepakat membuat film 'Bumi Itu Bulat', agar anak muda dapat melihat model yang baik mengenai toleransi.

'Bumi Itu Bulat' akan tayang pada 11 April mendatang.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Rifeni
Category
Ragam

Berita Terkait: