Pantau Flash
Sesmenpora: Tidak Mungkin Indonesia Juara Umum Sea Games
Parah! Oknum Satpol PP Bobol Bank DKI Sejak Mei dengan Kerugian Rp32 Miliar
Indonesia Alami 3271 Kali Bencana Alam Selama Tahun 2019
Gali Septic Tank, Buruh Bangunan di Papua Temukan Ratusan Amunisi Artileri
Catat! Ada Denda Rp300 Ribu Jika Anda ‘Ngasal’ Kendarai GrabWheels

Mengenal AA Maramis Sang Menteri Keuangan yang Diangkat Jadi Pahlawan

Mengenal AA Maramis Sang Menteri Keuangan yang Diangkat Jadi Pahlawan Alexander Andries Maramis resmi mendapat gelar pahlawan nasional dari Presiden Joko Widodo. (Foto: Istimiewa)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo baru saja menganugerahi enam tokoh yang diangkat sebagai pahlawan nasional pada 2019 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/11/2019). Dari enam pahlawan itu, ada salah satu tokoh yang diangkat menjadi pahlawan nasional, yakni Menteri Keuangan era Presiden Soekarno, Alexander Andries Maramis (AA Maramis).

Sejatinya, Kementerian Sosial mengajukan 20 nama tokoh untuk diangkat menjadi pahlawan nasional. Namun, hanya enam tokoh yang diangkat sebagai pahlawan nasional.Menelisir jejak AA Maramis dari situs resmi Kementerian Keuangan, ia lahir di Manado pada 20 Juni 1897 silam. Gelar MR (Meester de Rechten) didapatkan tahun 1924 dari Fakultas Hukum Universitas Leiden Belanda.

Awalnya, Maramis hanyalah seorang lawyer yang membuka kantor pengacara di Semarang, Palembang, Teluk Betung, dan Jakarta. Kemudian, ia diangkat menjadi Menteri Keuangan pada tanggal 26 September 1945 dalam Kabinet Presidensial.

Baca juga: Pantau Sejarah: Kala Indonesia Hanya Diakui Sebatas Jawa, Sumatera, dan Madura

Kala itu, AA Maramis merupakan Menteri Negara tanpa portofolio. Ia diangkat menjadi Menteri Keuangan yang menggantikan Samsi Sastrawidagda.

Selanjutnya, pada tanggal 24 Oktober 1945, AA Maramis pernah menginstruksikan tim serikat buruh G. Kolff selaku tim pencari data untuk menemukan tempat percetakan uang dengan teknologi yang relatif modern.

AA Maramis. (Foto: IST)

Hasilnya, percetakan G. Kolff Jakarta dan Nederlands Indische Mataaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) Malang dianggap memenuhi syarat. Maramis pun melakukan penetapan pembentukan Panitia Penyelenggaraan Percetakan Uang Kertas Republik Indonesia yang diketuai oleh TBR Sabarudin.

Tak lama setelah itu, karirnya sebagai menteri terus berlanjut pada masa Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II. Ia didampingi oleh Ong Eng Die sebagai Menteri Muda Keuangan, AA Maramis pun bertugas untuk mencari dana untuk membiayai angkatan perang, Agresi militer, hingga berbagai perundingan.

Baca juga: Sri Mulyani Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia Stabil, Pertumbuhan Positif

Pada masa Kabinet Hatta I, Maramis melaksanakan perdagangan candu (opium trade) dan emas ke luar negeri atas perintah Wapres Hatta pada akhir Februari 1948. Tujuannya, ialah membentuk dana devisa dari luar negeri untuk membiayai pegawai pemerintah RI (perwakilan-perwakilan) Indonesia di Singapura, Bangkok, Rangoon, New Delhi, Kairo, London, dan New York.

Dalam menjalankan tugasnya, AA Maramis dibantu oleh Mukarto Notowidigdo (Ambtenaar Opium en Zoutregie di zaman Belanda). Selama menjabat sebagai Menteri Keuangan, AA Maramis menerima Bintang Mahaputera dan Bintang Gerilya dari Pemerintah Republik Indonesia.

Tak hanya itu, dirinya juga menyandang penghargaan Piagam Muri (Museum Rekor Indonesia) tanggal 30 Oktober 2007 sebagai Menteri Keuangan pertama yang menandatangani lima belas mata uang Republik Indonesia terbitan 1945-1947. Nama AA Maramis diabadikan sebagai nama Gedung Induk Kementerian Keuangan (Gedung Daendels) hingga kini.

Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: