Pantau Flash
Imbas Perang Dagang, China Mulai Kurangi Impor Emas Hingga 500 Ton
OTT Yogyakarta: KPK Bawa 5 Orang ke Jakarta untuk Diperiksa
G7 Adakan KTT di Tengah Kepanikan akan Perekonomian Global
Redam Hoax Kerusuhan Papua, Kemkominfo Sempat Perlambat Internet
Efek Aksi Demo, Pemesanan Tiket Pesawat ke Hong Kong Turun 20 Persen

Mengenal Sejarah Cara Makan Steamboat, Ternyata Bukan Berasal dari Korea

Mengenal Sejarah Cara Makan Steamboat, Ternyata Bukan Berasal dari Korea Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Pernah makan di restoran dengan cara merebus dan memanggang bahan makanan sendiri? Jika menganggap metode makan itu berasal dari Korea, anggapanmu salah besar.

Baca juga: Indonesia Jadi yang Terluas, Ini 5 Negara Terkecil di Asia Tenggara

Melansir laman Korea Herald, Jumat (19/7/2019) mencelupkan alat makan ke dalam panci makanan secara beramai-ramai adalah praktik yang pada dasarnya tidak ada di Korea. Cara itu adalah kebiasaan makan pada zaman perang atau penjajahan yang sebenarnya tidak baik untuk kesehatan.

Sebenarnya cara makan dengan memasak di atas meja makan ini sudah dilakukan sejak dulu kala, tapi caranya tidak dilakukan dengan bersama melainkan satu meja satu orang hingga abad ke-20 tren makan bersama dalam satu panci kembali hits.

"Anggota keluarga kerajaan dan bangsawan makan malam di meja masing-masing. Bahkan di pesta besar dengan jamuan makanan para bangsawan makan di satu meja untuk satu orang," ujar Joo Young Ha, Antropolog di Akademi Studi Korea.

Joo mengatakan puncak penghapusan satu meja satu orang terjadi selama masa penjajahan Jepang, dimana bahan makanan menjadi lebih langka, dan sebagai bentuk mensyukuri makanan.

"Hidangan yang dapat memberikan makanan kepada lebih banyak orang dengan bahan-bahan terbatas menjadi populer selama perang Korea. Saat itulah berbagi makanan dari mangkuk yang sama menjadi hal biasa," jelasnya.

Baca juga: Tes Pengetahuan, Sudah Tahu Lima Negara Pendiri ASEAN?

Kebiasaan selama perang itu berlanjut hingga kini, dan tidak ada alasan spesifik  mengapa tradisi itu bisa bertahan hingga sekarang. Tapi sayangnya tren ini sayangnya sedikit populer dipakai para milenials Korea.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Dini Afrianti Efendi
Category
Ragam

Berita Terkait:



Komentar

  1. PROMO TERDAHSYAT & NO TIPU2 DARI SITUS BOLA165 ( AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA ) *BONUS NEW MEMBER UP TO 2jt *BONUS NEXT DEPOSIT UP TO 1jt BISA DI KLAIM BERKALI-KALI DALAM SEHARI *BONUS ROLLINGAN CASINO 0,5 % & SPORTBOOK 0,8% *CASHBACK CASINO & SPORTBOOKS 5% *BONUS TURNOVER IDN POKER UP TO 0,6%  Silahkan Langsung ke TKP :  https://sport165.com/ , whatsapp : +6281380590512