Forgot Password Register

Headlines

Mengingat Krisis 1998, Akankah Terulang di Tahun Ini?

Mengingat Krisis 1998, Akankah Terulang di Tahun Ini? Bank Indonesia. (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com -  Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih lesu. Dari data spot nilai tukar Bloomberg mencatat rupiah telah mencapai Rp14.085 per dolar AS.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gajah Mada (UGM), Tony Prasetiantono membandingkan hal ini dengan yang terjadi saat krisis tahun 1998.

"Paling gampang kalau membandingkan ke 1998, secara problem memang beda. Sekarang lebih baik, situasi momentum atau gejala-gejalanya mirip," paparnya.

Baca juga: Anda Pengusaha? Awas Kena Dampak Pelemahan Rupiah

Namun saat krisis 1998 menurutnya perekonomian Indonesia menemukan keseimbangan baru. Nilai rupiah saat itu menurutnya memang terlalu tinggi sehingga akhirnya berproses menyeimbangkan.

"Kalo refleksi waktu itu, krisis menemukan keseimbangan barunya, Rp2.300 over value bukan nilai yang sesungguhnya, koreksi nyari titik keseimbangan baru," ungkapnya.

Ia mengatakan meski sama-sama terjadi pelemahan namun kondisi perekonomian saat ini dinilai berbeda. 

"Harus diakui pelemahan rupiah, perekonomian recovery saat itu. Sekarang beda dari Rp13.000 ke Rp14.000 elastisnya enggak sebesar itu. Dari Rp 13.700 ke Rp 14.000 itu enggak elastis," paparnya.

Baca juga: Bikin Stress, Ini Perubahan Hidup Kamu Jika Dolar 'Ngamuk'

Namun ia menilai nilai rupiah saat ini masih undervalue. Ia menambahkan, semestinya nilai tukar rupiah dapat lebih tinggi dari saat ini. 

"Masih dibawah Rp14.000. Sehebat-hebatnya masih lama. Saya masih merasa Rp14.000 itu masih under value. Mungkin (idealnya) Rp13.500 - Rp13.700," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More