Forgot Password Register

Mengintip Papua Nugini, Tuan Rumah KTT OPEC Tahun 2018

Mengintip Papua Nugini, Tuan Rumah KTT OPEC Tahun 2018 Kedatangan delegasi APEC di Port Moresby (Foto: Instagram/APEC)

Pantau.com - Papua Nugini (PNG) negara yang berseberangan langsung dengan Indonesia ini akan menjadi tuan rumah KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) pekan ini. 

Berlokasi di Papua Nugini yakni Port Moresby. Jika melihat  World Economic Outlook Database, October 2015, ekonomi Papua Nugini adalah salah satu yang termiskin di dunia dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita yang serupa dengan negara-negara Afrika seperti Chad dan Senegal.

Namun, perlu sobat Pantau tahu, negeri ini sebenarnya kaya akan sumber daya alam, tetapi eksploitasinya terhambat oleh medan yang sulit dan biaya pembangunan infrastruktur yang tinggi. Bantuan dana dari Australia dan Bank Dunia telah membantu menyokong ekonomi Papua Nugini. Sebagian besar penduduk Papua Nugini bermata pencaharian di bidang agrikultur.

Baca juga: Dear Millennials.... Sudah Waktunya Kalian Punya Aset Properti

Jika berkaca saat Indonesia menjadi KTT APEC tahun 2013, tercatat 100.000 anggota delegasi berada di Bali. Saat itu, Wakil Ketua Panitia Nasional Penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2013 Chairul Tanjung, menyatakan, anggaran penyelenggaraan rangkaian APEC sepanjang tahun 2013 adalah Rp 364,77 miliar atau tidak lebih dari 35 juta dollar AS.

Keuntungannya adalah jika setiap anggota delegasi membelanjakan uang sekitar 5.000 dollar AS, total dana yang berputar di masyarakat 500 juta dollar AS. Untingnya 10 kali lipat lho sobat Pantau. Itu hanya sedikit contoh ya.

Tapi perlu sobat Pantau catat juga, saat itu Indonesia juga melakukan pembangunan untuk menyambut KTT APEC. 

Baca juga: Millennials Pasti Sering Keliru, Deretan Merek Sepatu ini Asli Indonesia Lho

Untuk di Papua Nugini, sejumlah pembangunan rupanya sebagian di topang oleh Pemerintah Australia. Di Kutip ABC, petugas polisi Federal Australia (AFP) akan berada di Papua Nugini sampai akhir November 2018 di akhir KTT. Sehingga petugas AFP akan terlibat dalam urusan keamanan, dukungan diplomatik, fungsi penasehat, proses imigrasi, dan layanan intelejen.

Sementara untuk dana, komitmen AFP ini bernilai $48 juta, dan kontribusi lainnya ada yang bernilai $100 juta hingga penyelenggaraan KTT dilangsungkan. Perlu dicatat, bahwa angka itu setara dengan 20 persen dari total bantuan asing untuk PNG senilai $ 558 juta setiap tahunnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More