Forgot Password Register

Headlines

Menko Darmin Kumpulkan Menteri Bahas Ancaman Trump

Menko Darmin Kumpulkan Menteri Bahas Ancaman Trump Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto:Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi bersama beberapa kementerian terkait membahas antisipasi evaluasi Amerika Serikat terhadap kebijakan Generalyzed System Preference (GSP) yang terhadap RI.

Rapat hari ini kata Darmin, menyiapkan bahan-bahan untuk pertemuan antara Menteri Perdagangan RI dengan Menteri Perdagangan AS. Ia juga memastikan kedua pihak akan segera bertemu akhir Juli mendatang.

"Sudah ada komunikasi. Pagi ini kita mau rapat untuk siapkan bahan-bahan Mendag (RI) bertemu dengan Mendag (AS) sana. Enggak lama juga paling akhir bulan ini," ujarnya saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).

Baca juga: Pakar Energi AS: Perang Dagang AS-China Buruk Bagi Industri Energi Global

Selama ini kata Darmin, fasilitas GSP dinilai telah membuat Indonesia dapat mengekspor barang dengan bea masuk yang rendah. 

"Ya kita sedang menyiapkan ya, tentu saja GSP itu fasilitas yg diberikan AS ke sejumlah negara termasuk Indonesia. Fasilitasnya itu kita bisa mengekspor barang kesana dengan bea masuk rendah," tambahnya. 

Darmin menganggap evaluasi pemberian GSP dilakuakan lantaran Indonesia dinilai menjadi negara pembuat defisit perdagangan AS peringkat ke 16 bersama negara lainnya seperti Brazil hingga Khazakhstan. Pihaknya berupaya meyakinkan agar GSP untuk Indonesia tidak dicabut. 

Baca juga: Sri Mulyani Beberkan Strategi Hadapi Ancaman Perang Dagang AS

"Sekarang AS menganggap Indonesia itu masuk sebagai negara yg membuat dia defisit besar. Kita nomor 16 apa. Dia mau review, ada Brazil Kazakhstan. Ini fasilitas dia. Kita lakukan meyakinkan dia. Tapi tentu saja yg putuskan dia. Kita tentu jadi lebih mahal barang-barangnya," pungkasnya.

 Hadir dalam rakor ini Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Rencananya hadir pula Perwakilan Menteri Luar Negeri, Perwakilan Menteri Pertanian, Perwakilan BKF dan Bea Cukai, Menteri Hukum dan HAM, Perwakilan Menteri Perindustrian, Kepala BKPM Tom Lembong, Perwakilan Ketua LKPP, Direktur Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka, Kementerian Perindustrian, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Kementerian Perindustrian. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More