Forgot Password Register

Menteri Basuki Pastikan Kondisi Jalur Mudik 2018 Lebih Baik

Jalur pantai selatan Jawa (Pansela) di Cikalong, Tasikmalaya, Jawa Barat. Jalan nasional yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah itu dapat digunakan sebagai jalur mudik alternatif dengan pemandangan laut. (Foto: Antara / Hafidz Mubarak ) Jalur pantai selatan Jawa (Pansela) di Cikalong, Tasikmalaya, Jawa Barat. Jalan nasional yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah itu dapat digunakan sebagai jalur mudik alternatif dengan pemandangan laut. (Foto: Antara / Hafidz Mubarak )

Pantau.com - Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari, masyarakat pun mulai bersiap untuk melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

Melihat antusias masyarakat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan kesiapan jalur mudik 2018 sudah lebih baik dibanding 2017 karena tersedia tiga pilihan rute jalan nasional. Terlebih dengan  tersambungnya jalan tol Jakarta-Surabaya baik secara operasional maupun fungsional.

"Tahun ini, kami laporkan ke DPR dalam raker (rapat kerja) kemarin, jalur mudik lebih baik dibanding tahun lalu. Kondisi jalan nasional tahun ini 90 persen mantap," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Basuki menjelaskan, di Pulau Jawa, pemudik punya pilihan tiga rute jalur mudik jalan nasional yang bisa menjadi pilihan pemudik selain jalan tol.

Pertama adalah Pantai Utara atau Pantura sepanjang 1.341 km, Lintas Tengah 1.197 km dan Lintas Selatan 1.405 km.

Khusus untuk Pantai Selatan (Pansela), Menteri Basuki kembali mempromosikan pemudik untuk melewati jalur yang dipenuhi obyek wisata tersebut.

"Jalur Pansela untuk mudik Lebaran 2018 sudah tersambung dari Banten sampai Pacitan. Sedangkan dari Pacitan ke Banyuwangi baru akan kami kerjakan tahun ini dengan memperlebar jalan," kata Menteri Basuki.

Baca juga: Antisipasi Kejahatan di Jalur Mudik, Polisi Siagakan 'Sniper'

Selanjutnya Menteri Basuki mengatakan perbaikan Jembatan Cincin Lama atau juga dikenal sebagai Jembatan Widang di Jawa Timur, saat ini sudah selesai dan sudah bisa dilintasi kendaraan. Jembatan yang melintasi Sungai Bengawan Solo tersebut runtuh pada 17 April 2018 akibat kendaraan yang melintas dengan muatan berlebih.

"Perbaikan Jembatan Cincin Lama sudah selesai 100 persen, sudah diuji coba dan siap dilalui tanggal 5 Juni (H-10) sesuai rencana," katanya.

Perbaikan jembatan dilakukan dengan memasang jembatan rangka baja tipe Garuda Paksi A-50 dengan bentang 50 meter yang didatangkan dari Gudang Peralatan Kementerian PUPR di Cibinong. Anggaran perbaikan sekitar Rp11 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya. Besar tonase yang diijinkan melintas sebesar 45 ton.

Selain di Pulau Jawa, Menteri Basuki juga mengatakan telah menugaskan seluruh pejabat eselon satu di Kementerian PUPR untuk mengecek kesiapan jalan nasional yang akan digunakan sebagai jalur mudik di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi.

"Saat ini sudah saya terima laporannya, salah satunya yakni jalan lintas timur Sumatera kondisinya cukup baik dan siap dilalui. Kementerian PUPR siagakan tim tanggap bencana dalam antisipasi keadaan darurat berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan," ungkapnya.

Baca juga: Badan Litbang Kemenhub: Puncak Arus Mudik Diprediksi Sabtu 9 Juni 2018

Kondisi tol Sementara untuk pilihan jalan tol, Menteri Basuki menjelaskan, tol siap dilalui dari Merak ke Pasuruan sepanjang 995 km, dengan rincian 760 km telah operasional dan sisanya 235 km fungsional.

Beberapa titik kritis karena ada pekerjaan konstruksi yang belum selesai dan telah disiapkan Plan B, seperti di Jembatan Kali Kenteng (500 m) di Ruas Salatiga-Kartasura dan Jembatan Kali Kuto (100 m) di Ruas Batang-Semarang

Menteri Basuki menyatakan, secara umum pekerjaan konstruksi akan dihentikan sementara sejak H-10 Lebaran. Kementerian PUPR dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) juga menyiapkan fasilitas dukungan lainnya di ruas tol berupa 26 mobil toilet unit, 30 mobil tinja, 4 toilet kabin dan 47 "mobile reader" serta fasilitas "top up" kartu tol di sejumlah tempat istirahat (rest area).

Share :
Komentar :

Terkait

Read More