Forgot Password Register

Menteri Sri Mulyani Anggap Kenaikan Harga BMM Sudah Wajar

Pengisian BBM di SPBU PErtamina. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi) Pengisian BBM di SPBU PErtamina. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Pemerintah kembali mengatur penetapan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kebijakan tersebut bertujuan untuk melakukan keseimbangan dalam mengelola ekonomi Indonesia.

"Dalam situasi global atau regional tekanan sangat besar kita harus mencari titik keseimbangan yang paling baik demi kepentingan masyarakat dan konsumen, kepentingan buruh-tenaga kerja, dari para investor yang menciptakan pekerjaan, dan melalui investasinya dan juga dari sisi prospek pertumbuhan ekonomi," ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Terkait aturan tersebut, kata Sri, sudah ada Perpres yang mengatur mengenai operasi BBM tersebut. Sehingga menurutnya, keputusan Menteri ESDM Ignasius Jonan sudah benar mengacu kepada peraturan yang ada.

Baca juga: Tenang! Inflasi Dinilai Masih Terkendali

"Terutama pada level retail ketentuan mengenai penetapan harganya. Jadi yang dilakukan oleh Pak Jonan dalam hal ini adalah melaksanakan aturan tersebut dalam rangka meyakinkan dari sisi margin profit itu sesuai dengan apa yang ditetapkan sehingga bisa menimbulkan keseimbangan," paparnya.

Ia melanjutkan, di satu sisi investor merasa bahwa kebutuhan dan kepastian berusaha dijaga tapi di sisi lain pemerintah bisa menjaga kepentingan masyarakat bahwa BBM itu merupakan salah satu komoditas yang penting.

"Kita tidak ingin menunjukkan kalau kita back tracking dalam hal ini yang akan difokuskan adalah enforcement dan instrumen kebijakan yang bisa menjaga masyarakat kita tetap memiliki confidence bahwa ekonomi kita tumbuh," katanya.

Baca juga: Libur Panjang Paskah, Pertamina Tambah Pasokan 15 Persen BBM

Sri meyakini dengan begitu ekonomi Indonesia dapat menahan guncangan yg berasal dari luar. Baik itu guncangan dari harga minyak, potensi perang dagang, kenaikan suku bunga the fed.

"Kita harus menjaga perekonomian kita punya daya tahan terhadap berbagai potensi guncangan itu dan inilah yg dilakukan pemerintah," tuturnya.

"Kita kerja sama ada yang menggunakan instrumen APBN itu dari sisi belanja bisa dari sisi pajak kita bisa menggunkan dari sisi regulasi kita gunakan seluruh set policy itu secara seimbang," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More