Forgot Password Register

Menteri Yasonna Beberkan Pentingnya Peran Pembimbing Kemasyarakatan

Menkumham Yasonna H Laoly (Foto: Antara/Sigid Kurniawan) Menkumham Yasonna H Laoly (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly mengungkapkan pentingnya peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam Sistem Tata Peradilan Pidana Terpadu (STPT) di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Yasonna saat acara Seminar Nasional terkait Tata Peradilan Pidana Terpadu (STPT) di Indonesia, di Graha Pengayoman, Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

“Pembimbing Kemasyarakatan (PK) memiliki peran yang sangat penting dalam Sistem Tata Peradilan Pidana Terpadu (STPT) di Indonesia. Keberadaan mereka tidak dapat disepelekan karena memiliki kedudukan penting dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Pemasyarakatan (Bapas)," kata Yasonna.

Baca juga: Razia Lapas Pamekasan, Tim Gabungan Temukan 14 Ponsel

"Kita harus terbiasa dengan tantangan yang semakin sulit sehingga kita makin eksis dalam penegakan hukum,” ujarnya.

Yasonna juga menegaskan bahwa pembahasan arah kebijakan pidana Indonesia dalam RUU KUHP terutama mengenai pidana alternatif juga menjadi penting mengingat pemasyarakatan menjadi ujung tombak dalam prinsip pidana Restorative Justice. PK juga turut berperan dalam ikut sertanya mengatasi over crowded atau kelebihan orang di Lembaga Pemasyarakatan. 

“Pengembangan sumber daya manusia bagi PK sangat penting bagi keberlangsungan Pemasyarakatan kedepannya. Saya harap kegiatan seperti ini akan terus berlanjut agar pengetahuan yang dimiliki oleh PK terus bertambah dan berkembang,” ucap Yasonna.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Lapas Khusus Bandar Narkoba

Sementara itu Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sekaligus Ketua Umum Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO), Sri Puguh Budi Utami, mengungkapkan bahwa seminar ini diselenggarakan sebagai wadah pertukaran pikiran PK dari berbagai daerah.

Tambahan pengetahuan mengenai STPT dianggap sangat penting mengingat perkembangan hukum pidana pada saat ini. Sehingga bisa mengetahui tugas dan fungsi sebagai Pembimbing Kemasyarakatan lebih besar.  

“PK memiliki peran yang sangat strategis. Untuk itulah dibentuk wadah bagi PK untuk menyalurkan aspirasi, yaitu IPKEMINDO. Peran strategis itu dapat dilihat dari sebelum dan sesudah proses peradilan dimana seorang PK dituntut perannya untuk mendampingi seseorang pelanggar hukum, baik anak maupun dewasa, untuk mendapatkan perlakuan yang adil dalam proses peradilan maupun mendapat bimbingan setelah menjalani hukumannya,” ujar Utami.

Baca juga: Gerindra Soal Lapas Khusus Bandar Narkoba: Lebih Baik Fokus ke Penegakan Hukum

Utami juga mengungkapkan bahwa asas Equality Before the Law menjadi landasan bagi PK dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. PK Bapas secara alami dikondisikan untuk lebih cerdas, dewasa, dan matang, serta berinovasi dan kreatif. Tugas PK Bapas kedepan masih panjang namun kita harus konsentrasi dalam sistem peradilan pidana terpadu.

“Faktor penilaian PK pada Bapas sangat mempengaruhi putusan hakim. PK harus terus berbenah diri dalam meningkatkan kualitas diri dan kinerja dalam melaksanakan tugasnya sebagai pembimbing pelanggar hukum anak-anak yang berkonflik dengan hukum lalu menjalani proses penyidikan, penuntutan, serta pengadilan," tambahnya. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More