Forgot Password Register

Headlines

Menteri Yasonna Perbolehkan Hukuman Cambuk di Dalam Lapas

Menteri Yasonna Perbolehkan Hukuman Cambuk di Dalam Lapas Menteri Yasonna Laoly (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly menilai hukuman cambuk bagi pelanggar Syariat Islam di Aceh boleh dilaksanakan di kawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Hal ini sekaligus menjawab pro kontra terkait Pergub Aceh yang melarang hukuman cambuk dilakukan di tempat umum, melainkan harus di Lapas.

"Tidak di dalamnya, hanya di dalam facility-nya. Itu tidak apa-apa," ujar Yasonna di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (23/4/2018).

Baca juga: Menteri Yasonna Beberkan Pentingnya Peran Pembimbing Kemasyarakatan

Yasonna menambahkan, pelaksanaan hukuman cambuk di Aceh itu tidak bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, yang menjelaskan bahwa Lapas merupakan tempat dilakukannya pembinaan terhadap narapidana dan anak didik permasyarakatan.

Pernyataan itu dikeluarkan Menkumham untuk menanggapi sejumlah sikap pro dan kontra terkait penerbitan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Hukum Acara Jinayat.

Pergub tersebut mengatur pelaksanaan eksekusi cambuk di Aceh, yang sebelumnya boleh dilakukan di depan umum, misalnya di lapangan masjid, kini harus dilakukan di Lapas.

Baca juga: Razia Lapas Pamekasan, Tim Gabungan Temukan 14 Ponsel

Aturan tentang pemindahan lokasi eksekusi hukuman itu mendapat penolakan dari sejumlah pihak karena dinilai bertentangan dengan syariat Islam yang selama ini telah diterapkan di Aceh.

Terkait dengan itu, menurut Menkumham Yasonna, masalah tersebut telah dipertimbangkan oleh pembuat produk hukum karena peraturan Gubernur itu merupakan hasil kerja sama Kemenkumham dengan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

"Kami juga sering mengeksekusi di Lapas Nusakambangan, itu bisa. Itu enggak masalah," ujar Yasonna.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More