Forgot Password Register

Menunggu Pertemuan Trump dan Xi Jinping yang Pengaruhi Nasib Rupiah

Menunggu Pertemuan Trump dan Xi Jinping yang Pengaruhi Nasib Rupiah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping (Foto: Getty)

Pantau.com - Sobat Pantau tahu enggak, sudah beberapa hari ini, nilai tuka rupiah menguat lho. Sebagai warga millennials yang melek internet kalian tentu sudah mengecek pergerakan rupiah bukan?

Alasan menguatnya rupiah ke level Rp14.800-Rp14.900 per dolar AS rupanya turut ditopang ekspetasi meredanya perang dagang menyusul rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di perhelatan G-20, serta realisasi pertumbuhan ekonomi domestik kuartal III 2018 yang sebesar 5,17 persen.

"Pertemuan antara Presiden Trump dengan Xi Jinping untuk memberikan paling tidak solusi yang positif, sehingga dampaknya juga positif kepada mata uang negara berkembang," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Nabung Yuk Buat Beli Mobil Listrik, Sebentar Lagi Perpresnya Rampung

Nilai tukar rupiah pada Selasa ini menunjukkan berlanjutnya tren penguatan ke level Rp14.800-Rp14.900 per dolar AS dan telah meninggalkan Rp15.000 dalam beberapa hari terakhir.

Kurs Refrensi Jakarta Interbank Spot Dolar AS Rate (Jisdor) pada Selasa ini menunjukkan rupiah diperdagangkan di Rp14.891 per dolar AS. Di pasar spot hingga pukul 15.00 WIB, rupiah lebih kuat lagi dengan dihargai Rp14.794 per dolar AS.

Tentunya sebagai bank sentral, BI berjanji akan menjaga nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya dengan melakukan berbagai langkah kombinasi. Upaya itu bisa melalui kenaikan bunga acuan, dan juga intervensi pasar.

"Stabilisasi rupiah terus kami lakukan, tentunya dalam beberapa hal kombinasi. Kami memainkan suku bunga, intervensi," katanya.

BI menetapkan suku bunga acuan kebijakan moneter di 5,75 persen per Oktober 2018. Untuk posisi kebijakan moneter di dua bulan terakhir 2018, Bank Sentral masih mengakji data terakhir perekonomian global dan domestik.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More