Forgot Password Register

Headlines

Meski Puas dengan Debat Kelima, Erick Thohir Sesalkan Ucapan Prabowo

Meski Puas dengan Debat Kelima, Erick Thohir Sesalkan Ucapan Prabowo Prabowo Sandi di debat kelima (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, mengaku puas dengan debat pilpres yang berlangsung malam tadi. Menurutnya, Jokowi tampil konsisten pada debat pamungkas itu.

"Saya rasa selalu menang di setiap debat karena Pak Jokowi konsisten menjawab setiap pertanyaan di tiap debat," ucap Erick Tohir saat ditemui usai debat kelima, di Hotel Sultan, Kuningan, Jakarta, Sabtu malam (13/4/2019).

Baca juga: Jokowi Sampaikan Kenaikan Rasio Pajak Tak Bisa Agresif

Namun, Ia justru menyayangkan paslon nomor urut 02, yang dianggapnya selalu konsisten menyinggung dan menyoroti perihal yang sudah dibahas dalam debat-debat sebelumnya, yakni mengenai pertumbuhan ekonomi dan persoalan impor beras.

"Saya sangat sayangkan di debat kelima ini konsisten seperti itu, tetap tidak menawarkan hal-hal yang baru. Ketika misalnya, mohon maaf, kita ke Amerika, di NY (New York) rumahnya Donald Trump, di situ ada orang miskin, kita tanya, 'Susah gak?', Ya pasti dia jawab susah. Tapi kalau dilihat rata-rata pertumbuhan Amerika bagus. Jadi memang itu yang disampaikan Pak Jokowi, me-manage makro itu beda dengan mikro," kata Erick.

"Trus bicara impor-impor, selalu kan sudah dijawab impor itu salah satunya musti iron stock, ketahanan pangan. Yang kedua stabilitas harga, ketiga kalau amit-amit ada apa-apa misalnya bencana, dan lain-lain. Salah satu ketahanan pangan itu atau stabilitas harga itu ketika petani harganya rendah, ya harus didongkrak dengan pembelian harga baik," sambungnya.

Baca juga: Kata Pamungkas Prabowo-Sandi di Akhir Debat Pilpres 2019

Tak hanya menyayangkan perihal persoalan yang sama dalam setiap debat. Erick juga menyayangkan ucapan Prabowo, yang menyebutkan kesalahan-kesalahan pemimpin sebelumnya. 

"Kalau saya melihat gini, ketika Pak Prabowo mendeskriditkan presiden-presiden sebelumnya, tentu kalau kami melihat sangat disayangkan, karena berarti Pak Harto juga kena. Berarti Pak SBY juga kena. Nah ini yang kalau kita melihat, kita ini bangsa besar. Kekurangan dan kelebihan pemimpin itu hal yang biasa. Kita harus lihat kelebihannya, bukan kekurangan, karena sejarah Indonesia itu dibangun karena kepemimpinan beliau-beliau semua, dari zaman Pak Soekarno sampai hari ini. Jadi kalau saya melihat itu saja," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More