Pantau Flash
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua
Soal Pemindahan Ibu Kota, Kemendagri Sebut Belum Tentukan Letak Pastinya
Putin Perintahkan Kemhan Rusia Balas Uji Coba Peluru Kendali AS
Catat! Ini Janji Menko Luhut Soal Solusi Masalah Sawit Indonesia

Miliki Senjata Api Ilegal, Oknum Polisi Berpangkat Jenderal Ditahan

Miliki Senjata Api Ilegal, Oknum Polisi Berpangkat Jenderal Ditahan Tahanan (Ilustrasi: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Satuan Reserse Kiriminal Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengamankan seorang polisi gadungan berinisial JAT (53) karena memiliki senjata api ilegal atau tanpa izin pihak yang berwenang.

"JAT ditangkap di Jalan Jenderal Sudirman Bantul pada Sabtu (9/2) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat diamankan, yang bersangkutan mengaku sedang liburan di Yogyakarta," kata Kasatreskrim Polres Bantul AKP Rudy Prabowo dalam keterangan pers di Bantul, Selasa (12/2/2019).

Menurut dia, JAT (53) diketahui warga Kali Angke Cengkareng Jakarta Barat, bahkan di Kartu Tanda Anggota Polri palsu yang disita polisi, tertera berpangkat jenderal bintang dua atau Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol).

Baca juga: Bermodal Dasi Logo Reskrim, Empat Polisi Gadungan Peras Warga Rp70 Juta

AKP Rudy mengatakan, berdasarkan pemeriksaan petugas, JAT mengaku mendapatkan senjata api ilegal tersebut dari seseorang dengan harga sekitar Rp60 juta.

Dia menjelaskan, saat ini JAT tengah menjalani pemeriksaan secara intensif di Satreskrim Polres Bantul, polisi juga masih mendalami apakah yang bersangkutan pernah berbuat pidana saat mengaku sebagai anggota polisi.

Ia mengatakan, dari tangan JAT, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti satu senjata api jenis Glock 19 Gen 4 berikut dua belas butir peluru dan dua buah magazinenya, satu buah kartu surat izin memegang senjata api jenis Glock 19 kaliber 9MM atas nama tersangka.

Baca juga: Begini Cara Polisi Tangkap 'Polisi Gadungan' Tukang Peras Pengendara di JLNT Casablanca

Kemudian satu buah kartu surat izin memegang senjata api jenis HS kaliber 9MM atas nama tersangka, satu buah e-KTA Polri, satu buah KTA Polri lama atas nama tersangka satu buah lencana warna hitam bertuliskan Badan Intelijen Negara RI satu buah holster warna hitam dan satu buah handphone.

Dia mengatakan, akibat perbuatannya itu, JAT dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang tindak pidana memiliki, menguasai, dan menggunakan senjata api tanpa izin dari pihak yang berwenang.

"Ancamannya dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun," tuturnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Nasional

Berita Terkait: