Forgot Password Register

Saat Angka Kemiskinan Nasional Menurun, Kenapa di Aceh Meningkat?

Saat Angka Kemiskinan Nasional Menurun, Kenapa di Aceh Meningkat? Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, Aceh (Foto:Antara/Ampelsa)

Pantau.com - Disaat pemerintah pusat melalui Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan per Maret 2018 sebesar 9,82 persen atau mencapai 25,92 juta orang. Berkurang 633,2 ribu orang dibandingkan September 2017 lalu sebesar 26,58 juta.

Di tempat lain, Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menyebutkan, jumlah penduduk miskin di provinsi tersebut bertambah sebanyak 10 ribu orang pada Maret 2018, jika dibanding September 2017.

"Di Maret 2018, penduduk miskin di Aceh mencapai 839 ribu orang atau 15,97 persen. Sementara di September 2017 ada 829 ribu orang atau 15,92 persen," ucap Wahyudin, Kepala BPS Aceh di Banda Aceh, Selasa (17/7/2018).

Baca juga: Jumlah Penduduk Miskin 9,82 Persen, Terendah Sejak 1998

Selama periode September 2017 hingga Maret 2018, lanjutnya, maka angka persentase penduduk miskin baik di daerah perkotaan dan wilayah perdesaan sama-sama mengalami kenaikan.

Di wilayah perkotaan mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen dari sebelumnya 10,42 persen, menjadi 10,44 persen atau sebanyak 172 ribu orang.

Sedangkan di wilayah perdesaan bertambah lebih besar, yakni 0,13 persen dari sebelumnya 18,36 persen, menjadi 18,49 persen atau sebesar 667 ribu orang.

"Tetapi jika kita bandingkan satu tahun sebelumnya yakni Maret 2017, maka penduduk miskin di Aceh menurunan 33 ribu orang atau 16,89 persen. Terjadi penurunan 0,92 persen dibanding Maret 2018," jelasnya.

Ia menyebutkan, faktor penyebab meningkatnya garis kemiskinan terbesar baik di perkotaan atau di perdesaan pada umumnya sama, yakni komoditi makanan.

Baca juga: Duh! Pengeluaran Rumah Tangga Miskin untuk Rokok 3 Kali Lipat Belanja Telur

Komoditi makanan, seperti beras memberi sumbangan 20,28 persen di kota dan 25,89 persen di desa. Lalu rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua, yakni 10,88 persen di kota dan 10,11 persen di desa.

"Berikutnya adalah komoditi ikan tongkol, tuna, dan cakalang sebesar 6,06 persen di perkotaan dan 5,11 persen di perdesaan," terang Wahyudin.

Selama periode September tahun 2017 sampai Maret tahun ini, garis kemiskinan di Provinsi Aceh mengalami peningkatan, yakni Rp454 ribu per kapita menjadi Rp464 ribu per kapita per bulan.

"Garis kemiskinan di Aceh mengalami kenaikan sebesar 2,31 persen," turunya lagi.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More