Pantau Flash
Jubir KPK: Tak Ada Ketentuan Pimpinan Harus Perwakilan Institusi Tertentu
JK Isyaratkan Gerindra Lebih Baik Jadi Oposisi Demi Keseimbangan
Unggul Head to Head dengan Li/Liu, Minions Ogah Pandang Remeh
Tolak Pinangan Barca dan PSG, De Ligt: Saya Mengagumi Juventus
Hingga Akhir 2019, Blok Masela Bisa Dongkrak Cadangan Migas 300 Persen

Motivasi dan Inspirasi Legenda Liverpool untuk Anak-anak Indonesia

Motivasi dan Inspirasi Legenda Liverpool untuk Anak-anak Indonesia Vladimir Smicer ketika berada di Kemenpora. (Foto: Dok. Kemenpora)

Pantau.com - Pemain sepakbola yang menjadi legenda klub Liverpool, yaitu Vladimir Smicer datang menyambangi Tanah Air. Ia memberikan sesi pelatihan singkat bagi anak-anak di Jakarta sebagai bentuk dukungan pengembangan sepakbola di dalam negeri.

Pada kegiatan yang diinisiasi AXA Mandiri di Jakarta, Jumat (8/2/2019) pesepakbola asal Republik Ceko itu melatih dan memberikan arahan serta tips kepada puluhan anak-anak dari sejumlah lembaga pelatihan sepakbola.

"Olahraga adalah hidup saya, untuk menjaganya saya tetap melakukan kegiatan seperti hoki es, renang, tenis, dan badminton, untuk menjaga stamina," ujar Vladi saat ditanya cara untuk menjaga stamina di usianya yang kini menginjak 45 tahun.

Baca Juga: Coaching Clinic AIA Sepakbola untuk Negeri Berlanjut ke Bandung

Selain itu, ia juga sangat memperhatikan asupan makanan dan minuman agar terhindar dari masalah kesehatan mengingat usianya yang tidak lagi muda.

Caranya tersebut tidak lupa ia bagikan kepada para anak-anak yang mengikuti sesi pelatihan, sehingga bisa menginspirasi dan mendorong semangat mereka agar bisa menjadi pemain sepakbola profesional.

"Harus kerja keras untuk menjadi pemain profesional, baik secara fisik dan mental pun harus kuat. Termasuk lakukan latihan rutin dan asupan makanan," pungkas Vladi menambahkan.

Baca Juga: 18 Pesepakbola U-15 Berangkat ke Portugal

Tidak lupa ia juga menceritakan kisah hidupnya dari masa kecil hingga akhirnya mencapai tingkat pemain profesional kepada peserta latihan, agar menjadi inspirasi positif.

"Saya main dari umur enam tahun di desa, sekitar umur 13 atau 14 tahun saya mulai berpikir untuk serius di sepak bola dan berkarir di jalur ini. Dan di umur 18 tahun, akhirnya saya memutuskan untuk menandatangani kontrak di klub sepak bola dan meninggalkan pilihan untuk kuliah," bebernya.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Olahraga

Berita Terkait: