Forgot Password Register

Mulai 'Gerah', Korut Balik Ancam AS Soal Denuklirisasi

Ilustrasi bendera Korea Utara. (Foto: Pixabay) Ilustrasi bendera Korea Utara. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Korea Utara menuding Amerika Serikat mendesakkan sanksi internasional walaupun Korut memperlihatkan itikad baik dalam proses denuklirisasi.

Korut juga mengatakan bahwa kemajuan pelaksanaan janji tentang pelucutan senjata nuklir tidak bisa diharapkan terjadi kalau AS terus memberikan sanksi sepiohak dan memaksa..

Juru bicara kementerian luar negeri mengatakan dalam pernyataan, yang dimuat di kantor berita kelolaan negara, KCNA, bahwa Korea Utara masih berkeinginan menerapkan kesepakatan yang dibuat pada pertemuan puncak bersejarah 12 Juni di Singapura antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Baca juga: Simpan Gambar Adegan Seks Manusia-Binatang, Pria Ini Divonis Penjara

Kedua pihak menyatakan tekad bekerja sama menuju pelucutan senjata nuklir tapi selama ini bergelut untuk menjalankan tujuan itu. Amerika Serikat bersikeras bahwa tekanan berupa sanksi harus tetap diterapkan selama perundingan.

Pernyataan Korea Utara itu muncul setelah sejumlah diplomat Amerika menekankan bahwa Korut perlu mengambil langkah-langkah tambahan untuk mewujudkan perlucutan senjata.

Kementerian luar negeri Korea Utara mengatakan, pihaknya sudah berhenti melakukan uji coba peluru kendali dan membongkar lapangan uji coba nuklir. Tapi, kata kementerian, Amerika Serikat masih bersikeras soal perlucutan senjata nuklir dahulu.

Baca juga: Rusia Nyatakan Sanksi AS Ilegal dan Melanggar Hukum Internasional

Korut juga mengingatkan soal pemulangan jenazah tentara-tentara AS yang terbunuh dalam perang Korea 1950-1953, yang dikatakannya merupakan bukti itikad baik untuk meruntuhkan kecurigaan antara kedua negara.

"Tapi, AS menanggapi harapan kami itu dengan menghasut agar dunia internasional menjatuhkan sanksi dan menekan DPRK," kata Korut mengacu pada nama resmi negara itu seperti dilaporkan kantor berita KCNA.

Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS belum menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Korea Utara juga menuduh beberapa pejabat tinggi AS bertindak tidak sesuai dengan maksud Presiden Trump, dengan membuat tuduhan-tuduhan tak berdasar. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More