Forgot Password Register

Myanmar Minta Indonesia Dukung Pertumbuhan Ekonomi di Rakhine

Bendera Indonesia. (Foto: TripAdvisor) Bendera Indonesia. (Foto: TripAdvisor)

Pantau.com - Penasihat Keamanan Nasional Myanmar U Thaung Tun dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta Indonesia berinvestasi untuk mendukung perekonomian di negara bagian Rakhine.

"Kegiatan ekonomi di Rakhine akan dapat menjamin keberlangsungan hidup masyarakat di sana," kata Menlu Retno di sela-sela Peringatan 51 Tahun ASEAN di Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Tanpa menjelaskan lebih lanjut kerja sama yang akan dijajaki Indonesia-Myanmar, Retno menegaskan bahwa Indonesia akan terus menyumbang bagi penyelesaian bencana kemanusiaan yang melibatkan suku Rohingya itu. "Saat ingin berkontribusi dalam penyelesaian masalah di Myanmar, kita harus melihat keadaannya," kata dia.

Baca juga: Menlu Retno Soal Indo-Pasifik: Semua Negara Dukung Sentralitas ASEAN

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Retno meminta informasi tentang perkembangan pemulangan pengungsi Rohingya dari pengungsian di Cox's Bazar, Bangladesh.

Pemulangan dan penyelesaian masalah secara menyeluruh, menurut Retno, membutuhkan keterbukaan dari pemerintah Myanmar agar mereka mendapat kepercayaan dan dukungan dari negara lain.

Sejak pecah bencana kemanusiaan di Rakhine pada pertengahan tahun lalu, yang menyebabkan lebih dari 700 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh, Indonesia terus memberikan bantuan untuk penyelesaian sengketa tersebut melalui jalur diplomasi dan pembangunan.

Salah satunya adalah pembangunan rumah sakit Indonesia di Rakhine, yang diharapkan selesai pada akhir tahun ini. "Yang unik dari pembangunan rumah sakit itu adalah inklusivitas dalam arti pekerjanya adalah warga Rakhine dari berbagai latar belakang," kata Retno.

Model pembangunan terbuka dan berkelanjutan itu akan diterapkan dalam pembangunan perekonomian di Rakhine.

"Kita berkontribusi agar penyelesaian konflik segera tercapai, termasuk di bidang ekonomi dan kesehatan, karena tanpa memenuhi kebutuhan pokok itu, kehidupan masyarakat setelah repatriasi tidak terjamin," kata Retno.

Baca juga: Indonesia-Sri Langka Sepakati Perjanjian Perdagangan Bebas

Selain kerja sama ekonomi dan kemanusiaan, U Thaung Tun juga ingin meningkatkan kerja sama di bidang kepolisian, yang telah dijajakinya lewat pertemuan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Menurut Retno, peran Polri menjalankan tugas secara bersahabat bisa menjadi contoh bagi petugas keamanan Myanmar.

U Thaung Tun juga menghargai upaya Indonesia mempercepat penyelesaian pertikaian Myanmar melalui pembicaraan antarumat beragama, yang telah dua kali dilakukan. Thaung Tun menginginkan kegiatan itu dilanjutkan.

"Pada tingkat masyarakat harus dibangun rasa percaya satu sama lain melalui dialog antaragama. Masyarakat di Rakhine tidak berasal dari hanya satu latar belakang suku, tapi sangat beragam," tutup Retno.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More