Forgot Password Register

Nah! IMF Angkat Bicara Soal Tindakan Proteksionis Perdagangan

Nah! IMF Angkat Bicara Soal Tindakan Proteksionis Perdagangan Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde saat di Jakarta. (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com  Christine Lagarde, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) mendesak para pembuat kebijakan untuk menghindari semua tindakan proteksionis di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagang utamanya.

"Pembatasan-pembatasan perdagangan, belum terbukti membantu dan kami menduga bahwa mereka mungkin bahkan akan memperlemah kepercayaan," kata Lagarde pada konferensi pers pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia, pada Jumat (20/4/2018) atau Kamis waktu setempat. 

Ia menambahkan semua negara harus bekerja sama untuk menyelesaikan perselisihan tanpa menggunakan langkah-langkah luar biasa.  Menurutnya, dampak aktual dari ketegangan perdagangan saat ini pada pertumbuhan global 'tidak terlalu besar' dalam hal produk domestik bruto (PDB). 

Baca juga: Wow! Indonesia Dibanjiri Modal Asing, Dalam Dua Pekan Rp10,72 Triliun Masuk ke Indonesia

"Sulit untuk mengukur erosi kepercayaan dalam jangka pendek karena para investor enggan berinvestasi," kata Lagarde.

Ia menduga ketegangan perdagangan akan dibahas di antara banyak pertemuan bilateral pada minggu ini, khususnya dalam pertemuan Komite Moneter dan Keuangan Internasional (IMFC) pada Sabtu (21/4), karena para menteri keuangan dan gubernur bank sentral mengakui bahwa perdagangan dan investasi adalah dua mesin utama pertumbuhan global.

"Kami percaya, setiap negara dapat berbuat lebih banyak dari melihat pada kebijakan-kebijakan domestiknya sendiri untuk membantu mereka yang terkena dampak oleh dislokasi dari teknologi dan perdagangan," paparnya. 

Baca juga: Ini Paparan Menteri Sri Mulyani di Amerika Soal Reformasi Fiskal Moneter Indonesia

Lagarde juga menyerukan, para pembuat kebijakan menggunakan momentum pertumbuhan saat ini untuk meningkatkan reformasi struktural, membangun penyangga kebijakan dan menjaga terhadap risiko-risiko fiskal dan keuangan.

Sekadar informasi, pertemuan musim semi dua lembaga keuangan internasional terkemuka itu datang setelah pemerintahan Trump baru-baru ini mengumumkan tarif tambahan pada impor baja dan aluminium serta mengancam akan memberlakukan tarif yang luas terhadap impor produk-produk China.

Langkah-langkah proteksionisme sepihak tersebut, telah memicu kritik luas dan memprovokasi ancaman pembalasan dari para mitra dagang utama, meningkatkan prospek meningkatnya konflik perdagangan global yang mengancam pemulihan global.

Baca juga: Duh! Sentimen Negatif Eksternal Bayangi Perdagangan Lantai Bursa BEI

"Prospek pembatasan-pembatasan perdagangan dan pembatasan-pembatasan balasan mengancam merusak kepercayaan dan menggagalkan pertumbuhan global sebelum waktunya," Maurice Obstfeld, Penasihat Ekonomi dan Direktur Penelitian IMF.

Menurutnya, bahwa ekonomi-ekonomi utama menggoda dengan perang dagang pada saat ekspansi ekonomi meluas mungkin tampak paradoks- terutama ketika ekspansi sangat bergantung pada investasi dan perdagangan.

Obstfeld menyerukan penyelesaian sengketa yang dapat diandalkan dan adil dalam kerangka multilateral berbasis aturan yang kuat, untuk mengatasi masalah kekayaan intelektual dan praktik-praktik perdagangan yang tidak adil lainnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More