Forgot Password Register

Nancy Pelosi: Tidak akan Ada 'Shutdown' Lainnya

Nancy Pelosi: Tidak akan Ada 'Shutdown' Lainnya Ketua DPR AS NAncy Pelosi. (Foto: Reuters/Joshua Roberts)

Pantau.com - Ketua DPR Nancy Pelosi dalam sebuah wawancara mengatakan, pemimpin Partai Republik di Kongres tidak akan mendukung 'shutdown' lainnya atas perselisihan mengenai dana pembangunan tembok perbatasan yang dituntut oleh Presiden Donald Trump.

Setelah penutupan pemerintah pusat selama 35 hari, yang tercatat terpanjang dalam sejarah AS, pemimpin Rebuplik tidak akan bersedia untuk mengulang pengalaman shutdown itu dan bersikeras menegaskan tidak akan terjadi lagi, kata juru bicara Pelosi kepada Politico, seperti dilansir Sputnik, Jumat (8/2/2019).

"Saya memiliki kelompok yang saya mulai, dan itu akan sangat 'panas' untuk di tangani. Dan ini adalah isu yang harus ditangani," kata Pelosi.

Baca juga: Shutdown, Trump Tak Izinkan Ketua DPR Pakai Pesawat Militer

Ia mengatakan, Pelosi percaya bahwa Senat di Gedung Putih akan melakukan negoisasi atas keamanan di perbatasan yang datang pada suatu perjanjian sebelum tenggat waktu. Pelosi juga menunjukan bahwa dirinya akan mendukung kesepakatan dari perjanjian itu untuk menghasilkan solusi.

Sebelumnya, dalam pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump, Nancy Pelosi menjadi pusat perhatian karena dirinya memberikan hadiah untuk Trump berupa tepuk tangan 'nyeleneh'. Ia mengatakan, untuk sementara ini, ia akan menghormati keputusan presiden, dan percaya bahwa pidato yang disampaikan Trump adalah sebuah 'drama' dan 'bukan untuk pemerintah'.

Ia juga telah menolak kritik yang diberikan Trump terkait Ketua Komite Intelijen Adam Schiff, yang dikatakan merupakan sekutu dekat Pelosi.

Baca juga: Di Tengah Shutdown, Gedung Putih Siapkan Rancangan Darurat Nasional

"Ketika (Trump) membuat serangan kepada Schiff dan tanggung jawab Kongres, ia membuat serangan terhadap Konstitusi Amerika Serikat, pemisahan kekuasaan, serta cabang pemerintahan," kata Pelosi.

"Kami menghormati, dan berharap ia akan menghormati itu juga," tambahnya.

Shutdown atau penutupan pemerintah pusat AS disebabkan oleh penolakan dari Partai Demokrat untuk menyetujui permintaan dana Trump senilai USD5,7 miliar untuk tembok perbatasan. Presiden AS setuju untuk membuka kembali pemerintah dan menandatangani anggaran dana sementara untuk instansi pemerintah hingga 15 Februari.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More