Pantau Flash
Fix! Donald Trump Tegaskan AS Tak Akan Berbisnis Dengan Huawei
Ada Aksi Protes Pengusiran Mahasiswa Papua di Surabaya, Manokwari Lumpuh
Produk Indonesia Curi Perhatian di Pameran NY NOW 2019
Fakhri Husaini Evaluasi 2 Hal Usai Timnas Dikalahkan Malaysia di Semifinal
Selamat Tinggal.... Bioskop XXI di Taman Ismail Marzuki Stop Operasi

Nasib Maskapai Nasional Malaysia Airlines di Ujung Tanduk?

Nasib Maskapai Nasional Malaysia Airlines di Ujung Tanduk? Maskapai penerbangan Malaysia Airlines (Foto: Reuters)

Pantau.com - Pemerintah Malaysia sedang mempertimbangkan apakah akan menutup, menjual atau membiayai kembali maskapai nasional Malaysia Airlines (MAB). Pertimbangan ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

"Pemerintah sedang mempelajari opsi untuk maskapai nasional, dan keputusan harus dibuat segera", kata Mahathir, ketika ditanya tentang saran analis bahwa maskapai akan dimatikan atau dipisahkan, Selasa (12/3/2019).

"Merupakan hal yang sangat serius untuk menutup maskapai," tambahnya.

Baca juga: Saham Boeing Anjlok, Pihak Asuransi Kewalahan Hadapi Klaim

"Namun kami akan mempelajari dan menyelidiki apakah kami harus menutupnya atau menjualnya atau kami harus membiayai kembali. Semua hal ini terbuka untuk diputuskan oleh pemerintah," 

Maskapai ini telah mencoba mengubah operasinya dan kembali ke profitabilitas pada 2019 ketika pulih dari dua bencana pada 2014, ketika penerbangan MH370 menghilang dalam apa yang tetap menjadi misteri dan penerbangan MH17 ditembak jatuh di bagian timur Ukraina.

Baca juga: Ini 12 Maskapai Penerbangan dengan Jumlah Boeing 737 Max Terbanyak

Dana kekayaan berdaulat Khazanah Nasional Bhd yang menjadikan MAB sebagai perusahaan swasta pada tahun 2014, mengatakan pemerintah perlu memutuskan investasinya, dan tingkat dukungan untuk, maskapai yang kesulitan itu.

Dana tersebut juga mengatakan bahwa mereka sedang menunggu MAB untuk mempresentasikan tinjauan strategi bisnisnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Reuters
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: