Forgot Password Register

Nilai Tukar Rupiah Tak Pasti, Apa Dampak ke Industri Otomotif?

Nilai Tukar Rupiah Tak Pasti, Apa Dampak ke Industri Otomotif? Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono mengungkapkan dampak ketidakpastian terhadap nilai tukar rupiah terhadap industri otomotif. 

"Rupiah sebenarnya jangan terlalu fluktuasi. Karena sebenarnya kayak kita ini, impor ada, ekspor juga ada. Jadi sebenarnya kalau fluktuasi juga akan sama kan. Impor kita perlu bayar dolar, kalau (kita) ekspor juga kan sebenarnya jadi jangan fluktuatif. Dan jangan terlalu besar," ujarnya saat ditemui usai menghadiri acara di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2018).

Namun kata dia, ketidakpastian yang terjadi tahun ini memang lebih banyak disebabkan oleh faktor eksternal. Sehingga kata dia, harus ada upaya memperkecil dampaknya. 

"Itu faktor eksternal ya, yang kita juga tidak bisa ngomong seperti ini karena faktor yang mempengaruhi sangat besar. Jadi bagaimana memperkecil faktor itu agar industri kita semakin kompetitif," paparnya.

Menurutnya, yang harus diupayakan saat ini yakni bagaimana industri manufaktur dapat dikembangkan sehingga lokal konten yang digunakan dapat lebih besar dan membuat lebih efisien terutama bagi industri otomotif yang masih membutuhkan konten impor namun juga melakukan kegiatan ekspor. 

"Bagaimana industri manufaktur kita semakin produktif dan efisien. Lokal konten makin besar," katanya. 

Baca juga:

"Kita kan balance ya, dapat sesuatu dari impor dan dari ekspor. Balance lah, bagi para eksportir. Tapi ingat ada industri yang tidak ekspor. Kalau demikian, fluktuasi rupiah akan berdampak besar. Itu harus ditanggulangi juga," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More