Forgot Password Register

Ogah Gabung Koalisi Kerakyatan, PKS Pilih Setia Bersama Gerindra

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi) Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mendukung penuh rencana Demokrat membentuk poros baru koalisi kerakyatan. Pasalnya koalisi ini dinilai Mardani dapat membuat masyrakat mempunyai alternatif pilihan calon pemimpin.

"Bagus. tugas parpol menghadirkan kompetisi ketat agar publik diuntungkan. Demokrat partai besar sangat layak menjadi penggerak poros baru. PKS dari awal mendorong presidential threshold 5 persen dan belakangan nol persen karena berharap banyak calon maju di Pilpres," ujar Mardani Ali kepada Pantau.com, Rabu (16/4/2018).

Mardani tak menampik, apabila partainya telah mendapat tawaran dari Demokrat untuk bergabung dalam koalisi kerakyatan yang disebut-sebut akan mengusung JK-AHY. Namun, partainya saat ini tengah mematangkan koalisinya bersama Gerindra untuk Pilpres 2018.

"Komunikasi dengan Demokrat berjalan sama seperti komunikasi dengan yang lain. Komunikasi sudah berjalan (tentang poros kerakyatan). Tapi dengan Gerindra juga terus mematangkan koalisi," ungkap Mardani.

Baca juga: Demokrat Wacanakan JK-AHY, Gerindra: Bakal Sulit dapat Dukungan Parpol

Persoalan poros yang coba diusung Demokrat, Mardani menyebut masih amat sangat lemah, meski peluang itu ada, bahkan ada sedikit kemungkinan partai bergeser sehingga ia mengajak Gerindra untuk bersama PKS segera mendeklarasikan diri.

"Semua punya hak dan semua berpeluang dan insyaallah dengan semangat syuro kita akan hasilkan pasangan capres dan cawapres yang punya peluang menang dalam Pemilu 2019. Selama belum daftar semua masih mungkin. Makanya PKS mengajak Gerindra untuk segera deklarasi," paparnya.

Mantan politisi Demokrat itu juga menjabarkan bagaimana beratnya menjadi seorang penantang, dibanding menjadi seorang petahana, sehingga baik Demokrat ataupun partainya hingga Gerindra sekalipun harus bergerak cepat lebih awal.

"Karena penantang itu berat mesti lebih awal geraknya,"  tutup Mardani. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More