Forgot Password Register

Ojol, Ayo Jangan Ragu Lapor Jika Dapat 'Opik'

Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreinanno (Foto:Pantau.com/Ratih Prastika) Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreinanno (Foto:Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - INDEF mencatat sebesar 81,36 persen pengemudi transportasi berbasis aplikasi  pernah mengalami order fiktif. Terkait hal tersebut, Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreinanno mengatakan, fenomena order fiktif berpotensi menimbulkan kerugian yang cukup besar. 

"Dia sudah merugikan jutaan dolar kerugian bagi para mitra pengemudi, investor dan ekonomi digital di Indonesia," ujarnya saat jumpa pers di kantor INDEF, Jl. Batu Merah, Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2018).

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa pihaknya sudah berupaya untuk menindaklanjuti isu tersebut. Grab mengaku telah memiliki dua langkah untuk mencegah dan melawan adanya order fiktif.

Baca juga: Wadaw! Survey Menyebutkan Orang China Lebih Suka Barang Impor?

"Secara teknologi kita punya dua tools, yakni preventive tools, dan sudah punya beberpaa paten untuk melawan teknologi fraud, sebelum tarejadi kita sudah melakukan langkah preventif," katanya. 

"Kita juga punya program fair play, memberikan reward kepada orang yang telah melaporkan bila ada yang melakukan order fiktif, seperti wishtleblower jadi siapapun yang melaporkan akan kita beri reward," imbuhnya.

Untuk penanggulangan kerugian terhadap driver yang menjadi korban order fiktif, pihaknya mengaku telah memberlakukan sistem baru. Sehingga bila orderan dibatalkan kurang dari 30 detik maka tidak berpengaruh pada performa driver.

Baca juga: Berapa Sih Pasang Iklan di Facebook?

Kemudian bila order dibiarkan dan tidak ada respon dari pemesan atau diduga order fiktif maka driver bisa mengadukan kejadian tersebut dan tidak mempengaruhi performanya.

"2017 kita udah mulai, dan mengejutkan hasilnya. Baik secara teknologi. Kasus kecurangan di grab itu turun 80 persen dalam 12 bulan terakhir indonesia," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More