Pantau Flash
Indonesia Pimpin Klasemen ASEAN School Games 2019
Marc Klok: Saya Jamin PSM Juara Piala Indonesia 2018-2019
Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp100.000 per Kilogram
Satu Anggota YONIF 755 Tertembak dalam Kontak Senjata di Nduga
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019

Oposisi Turki Sentil Aksi Bagi-bagi Hadiah ala Amerika Serikat

Oposisi Turki Sentil Aksi Bagi-bagi Hadiah ala Amerika Serikat Bendera AS. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Partai oposisi Turki menilai keputusan AS untuk menawarkan hadiah jutaan dolar terhadap tiga tokoh utama PKK sebagai tindakan yang tidak tulus.

"Anda berjalan dengan bergandeng-tangan dengan teroris YPG, anda menjaga mereka, anda juga berusaha merancang Suriah bersama mereka, lalu anda menetapkan kebijakan," kata Engin Ozkoc, Wakil Ketua kelompok CHP, kepada wartawan di Parlemen pada Rabu (7/11).

"Kebijakan luar negeri Turki tak bisa ditipu dengan permainan ini,".

Baca juga: Ancaman Turki untuk Kurdi Suriah Bikin AS Panik?

Ozkoc mengatakan kebijakan luar negeri Yurki tak boleh "berada di bawah kendali imperialis AS, Rusia dan negara lain".

Departemen Luar Negeri AS, melalui pengumuman Kedutaan Besar AS di Ankara, Turki, menawarkan hadiah buat tiga tokoh PKK. Pengumuman itu dikeluarkan setelah kunjungan resmi Deputi Asisten Menteri Luar Negeri AS Matthew Palmer ke Ibu Kota Turki, Ankara.

Baca juga: PM Jepang Ungkap Keinginan Tingkatkan Hubungan dengan Turki

PKK dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa. Dalam kegiatan teror selama lebih dari 30 tahun terhadap Turki, PKK telah bertanggung-jawab atas lebih dari 40.000 kematian, termasuk perempuan dan anak-anak.

"(Di satu sisi) AS bekerjasama dengan teroris PKK di Manbij (Suriah), (di pihak lain) Washington menjanjikan hadiah terhadap anggota PKK. Saya tidak melihat adanya ketulusan di sini," kata Cemal Enginyurt, seorang anggota senior Parlemen dari Partai Gerakan Nasionalis (MHP), yang beroposisi di Turki.

Enginyurt menggambarkan tindakan AS tersebut sebagai "permainan atau rencana baru" terhadap Turki.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: