Pantau Flash
Indonesia Pimpin Klasemen ASEAN School Games 2019
Marc Klok: Saya Jamin PSM Juara Piala Indonesia 2018-2019
Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp100.000 per Kilogram
Satu Anggota YONIF 755 Tertembak dalam Kontak Senjata di Nduga
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019

Orang Tua Audrey Kembali Tolak Diversi di Tingkat Kejaksaan

Orang Tua Audrey Kembali Tolak Diversi di Tingkat Kejaksaan Ilustrasi .(Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Penasihat hukum Audrey korban penganiayaan, Daniel Edwar Tangkau menyatakan, pihak orang tua kembali menolak diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana) di tingkat Kejari Pontianak.

"Orang tua korban kembali menolak upaya diversi di tingkat Kejari Pontianak, dan akan terus melanjutkan kasus tersebut ke pengadilan," kata Daniel Edwar Tangkau di Pontianak, Kamis (18/4/2019).

Ia menjelaskan, pertemuan upaya diversi tadi siang difasilitasi oleh Kejari Pontianak yang digelar secara tertutup dan kembali menemui jalan buntu, karena orang tua korban menolak diversi.

Daniel menambahkan, upaya diversi tahap ketiga akan kembali dilakukan di pengadilan, dan dirinya berharap di tingkat pengadilan bisa berhasil.

Baca juga: KPAI Tegaskan Negara Bertanggung Jawab Atas Kasus Audrey

Hal senada juga diakui oleh penasihat hukum anak berhadapan hukum, Deni Amirudin. Ia juga mengatakan upaya diversi di tingkat Kejari Pontianak kembali gagal, dan tidak ada kata sepakat terkait penyelesaian kasus penganiayaan tersebut.

Dari informasi yang diperoleh, karena diversi di tingkat Kejari Pontianak gagal, maka jaksa akan melimpahkan kasus tersebut ke Pengadilan Negeri Pontianak.

Polresta Pontianak pada pekan lalu telah menetapkan tiga terduga penganiayaan menjadi ABH (anak berhadapan hukum), yakni masing-masing berinisial FA atau Ll, TP atau Ar dan NN atau Ec (siswa SMA) atas dugaan kasus penganiayaan seorang pelajar SMP Audrey di Kota Pontianak.

Baca juga: 3 Tersangka Kasus Pengeroyokan Audrey Alami Depresi

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise saat melakukan kunjungan kerjanya di Pontianak, Kalbar, Senin (15/4), mengatakan, pihaknya mendorong penyelesaian kasus penganiayaan Audrey (pelajar SMP) dengan UU Perlindungan Anak.

"Saya sudah ingatkan pada Kejari Pontianak, agar penyelesaian kasus tersebut dengan UU No. 35/2014 atas perubahan UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak," katanya.

Ia menjelaskan, dalam UU tersebut pasti akan ada diversi dan mediasi karena dalam UU Perlindungan Anak, yang hukumannya di bawah tujuh tahun sudah pasti dilakukan diversi dan mediasi.

 

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Nasional

Berita Terkait: