Forgot Password Register

Orang Tua Korban Pastikan Anaknya Sehat Sebelum Insiden Sembako Maut di Monas

Junaedi, ayah Mahesa (kkorban sembako maut monas) (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi) Junaedi, ayah Mahesa (kkorban sembako maut monas) (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Jika banyak kabar yang menyebutkan dua korban tewas di pembagian sembako maut di Monas mengalami sakit sejak awal, hal itu langsung di bantah kedua orang tua Mahesa Junaedi.

"Enggak (sakit), di sehat-sehat aja paginya juga," ujar Junaedi ayah Mahesa saat disambangi Pantau.com di kediamannya, di Pademangan, Jakarta Pusat, Rabu, 2 April 2018.

Tapi memang Junaedi tak menampik jika anak sulungnya itu memang tidak tahan dengan cuaca panas. Pasalnya, saat berada di rumah saja, siswa kelas 5 SD itu selalu merasa haus dan minum air putih.

"Iya emang dia punya riwayat kejang, tapi memang enggak kuat sama panas, dari rumah dia sehat," terang Junaedi.

Baca juga: Keluarga Korban Sembako Maut Monas Duga Ada Kelalaian dari Panitia

Sebagaimana dikabarkan dokter kepada Junaedi, Mahesa memang dikabarkan meninggal lantaran dehidrasi dan suhu tubuh yang meningkat drastis.

"Mungkin dia enggak ada duit buat beli minum disitu," imbuh Superni Ibu Mahesa.

Sedangkan menurut Akmal (10) sahabat Mahesa yang kala itu sedang bersama korban di saat-saat terakhirnya menjelaskan, bahwa keduanya pergi bersama dari rumah pada pukul 09.00 WIB dan tiba di Monas pukul 11.30 WIB, hingga kemudian ia berpisah dengan Mahesa di Monas pada pukul 14.00 WIB.

Sebelumnya, dikabarkan Mahesa menjadi salah satu korban tewas  aat pembagian sembako 'maut' di Monas selain Rizky. Mahesa ditemukan tewas oleh kedua orang tuanya saat tiba di RSUD Tarakan pada Sabtu, 28 April 2018.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More