Pantau Flash
7 Tahun Digarap, PLTA Rajamandala akan Pasok Kelistrikan Jawa-Bali
Hendra Pastikan Indonesia Open 2019 Bukan Kompetisi Terakhirnya
Harga Cabai Tembus Rp70.553 per Kg Setara Setengah Kg Daging Sapi
Persija Siap Beri Kekalahan Pertama untuk Tira Persikabo
DPR Terima Surat Pertimbangan Pemberian Amnesti Baiq Nuril

Pakar: Kerja Sejam Seminggu Harusnya Tidak Disebut 'Bekerja'

Pakar: Kerja Sejam Seminggu Harusnya Tidak Disebut 'Bekerja' Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Mayoritas pekerja di Australia bekerja lebih dari 20 jam setiap minggu, tetapi ada sebagian kecil yang bekerja lebih bentar, atau bahkan ada yang hanya sejam dalam sepekan. Dari kacamata statistik, keduanya sama-sama dianggap memiliki pekerjaan.

Glenys Leckie, menghabiskan karirnya sebagai guru sekolah, kemudian membeli sebuah lahan dan menjadi petani di kawasan West Wyalong, New South Wales.

Pensiunan 76 tahun tersebut mendapatkan informasi jika warga yang bekerja hanya satu jam per minggu disebut sebagai pekerja. Tapi kemudian ia merasa interprestasi yang tidak masuk akal ini bisa membuat data pengangguran di Australia tidak akurat.

Ia kemudian bertanya kepada program milik ABC You Ask, We Answer.

"Partai mana yang menyebut kerja satu jam per minggu itu artinya bekerja dan kapan diperkenalkannya?"

Status kepegawaian tidaklah diperkenalkan oleh partai politik. Pengakuan satu jam seminggu sebagai 'bekerja' sudah diratifikasi secara internasional pada tahun 1982 oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).

Warga Australia yang bekerja hanya satu jam per minggu berjumlah 0,1 persen dari 12.820.000 pekerja nasional di tahun 2018, menurut Biro Statistik (ABS).

Baca juga:  Penukaran Uang di Monas Resmi Dibuka, BI: Tukar di Tempat yang Aman

Apakah ini mempengaruhi statistik pekerjaan?

Profesor ekonomi Phil Lewis mengatakan pengakuan bekerja selama satu jam seminggu sudah ketinggalan zaman.

"Untuk keadaan sekarang ini tidaklah cukup. Saya rasa tidak ada siapa pun di masyarakat yang berpikir bekerja satu jam seminggu sebagai sebuah pekerjaan," ujar Phil Lewis.

Lewis, yang juga direktur Pusat Penelitian Pasar Tenaga Kerja di Universitas Canberra, mengatakan angkatan kerja di Australia sekarang menghadapi semuanya dari pekerjaan yang sangat sedikit hingga yang cukup berat.

"Kita harus mempertimbangkan semua fakta itu," katanya.

Baca juga: Rumania Tetapkan Denda Mahal untuk Pengemudi Taksi Online

Ia menolak anggapan bahwa satu jam bekerja dalam seminggu berkontribusi pada angka pengangguran.

Survei Angkatan Kerja ABS, dilakukan sepertiga dari 1 persen populasi pekerja Australia, sehingga statistik tenaga kerja bervariasi dalam hal akurasi.

"Dalam sampel, selalu ada tingkat kesalahan; Anda tidak pernah bisa tahu dengan pasti."

Dengan adanya variasi statistik pekerjaan ini, Profesor Lewis mengatakan tingkat pengangguran resmi Australia (saat ini 5,2 persen) berpotensi bervariasi dari 4,7 hingga 5,7 persen.

Praktik terbaik untuk menafsirkan angka

Mike Dockery, associate professor di Bankwest-Curtin Economics Center, mengatakan sebenarnya ada hal selain bekerja sejam seminggu yang cenderung mengurangi angka pengangguran.

"Kita mengabaikan warga yang keluar dari angkatan kerja — untuk digolongkan sebagai pengangguran, Anda benar-benar perlu mencari pekerjaan saat survei berlangsung" katanya.

"Ada orang yang menyerah mencari pekerjaan, yang kita sebut pekerja putus asa atau pengangguran yang tersembunyi, yang tidak termasuk dalam angka," ungkapnya.

Ia juga mengatakan langkah-langkah yang digunakan oleh ABS untuk mensurvei pasar tenaga kerja tetap sama sejak 1978, yang membuat perbandingan dari waktu ke waktu, tapi jarang menjelaskan keseluruhannya.

Baca juga: Pak Arief Poyuono, Nih Balasan Sri Mulyani Soal Ajakan Tak Bayar Pajak

"Tidak mungkin kita bisa mengatakan dengan pasti berapa banyak orang yang dipekerjakan dan menganggur, ada banyak pergerakan di antara mereka."

Terlepas dari wacana baru-baru ini tentang angka pengangguran sesungguhnya, ia mengatakan langkah-langkah survei ABS selaras dengan standar ILO dan memberikan gambaran yang relevan secara internasional tentang tenaga kerja di Australia.

"Untuk mengatakannya bukan sebuah ukuran yang baik, dalam pandangan saya, ini seperti mengatakan 'Celsius bukanlah ukuran suhu yang baik, karena saya rasa lebih panas dari itu'."

Menurutnya definisi kerja satu jam per minggu adalah masalah kecil dari Biro Statistik Australia.

"Banyak masalahnya adalah dengan orang yang terlalu banyak bekerja, jadi jika orang bekerja berjam-jam, [ABS] tidak benar-benar bertanya apakah mereka sebenarnya ingin bekerja lebih sedikit," katanya.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi