Forgot Password Register

Pantau Sorot: Alibi di Balik Kemunduran Bali United

Pantau Sorot: Alibi di Balik Kemunduran Bali United Para pemain Bali United. (Foto: Dok. Bali United)

Pantau.com - Bali United sempat terpuruk pada awal kompetisi Liga 1 2017. Pasukan Serdadu Tridadu harus rela menelan dua kekalahan awal kontra Madura United dan Persipura.

Perlahan tapi pasti, Bali United mulai bangkit. Dimotori Sylvano Comvalius di lini depan dan pergantian pelatih dari Hans-Peter Schaller ke Widodo cahyono Putro, Serdadu Tridadu sukses menutup musim di posisi dua di bawah Bhayangkara FC.

Kesuksesan finis di posisi dua juga membuat Bali United mendapat tiket untuk kualifikasi ke Liga Champions Asia musim ini. Sayangnya, Stefano Lilipaly dan kawan-kawan gagal melaju ke Liga Champions dan turun ke AFC Cup.

Sayangnya, di AFC Cup musim ini, Bali United juga gagal total. Mereka harus rela menempati posisi buncit di Grup G dengan hanya meraih satu kemenangan dan satu imbang.

Baca Juga: Duh! Bali United Tanpa Spaso di Laga Terakhir Kontra Bhayangkara 

Namun, Bali United musim ini gagal mengulang kesuksesan mereka. Meski mendatangkan striker andalan Bhayangkara Ilija Spasojevic, Serdadu Tridadu justru kerap mengalami inkonsistensi penampilan.

Bahkan, dalam lima pertandingan terakhir, Bali United hanya mampu meraih satu kemenangn. Kemenangan itu didapat saat menjamu Madura United di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, awal November silam.

Akibatnya, kini Bali United tidak mungkin masuk ke zona Asia musim depan. Serdadu Tridadu yang saat ini menempati posisi tujuh klasemen sementara dengan 45 poin.

Bali United sudah tidak mungkin tembus urutan tiga besar yang ditempati Persib Bandung. Mengingat Maung Bandung saat ini sudah mengumpulkan 50 angka.

Baca Juga: Pantau Sorot: 'The New Godfather' Pengaturan Skor Sepakbola Bernama Vigit Waluyo 

Selain itu, keterpurukan Bali United juga membuat sang pelatih Widodo Cahyono Putro mengundurkan diri. Pelatih 48 tahun tersebut memutuskan untuk mundur sesaat sebelum pertandingan menghadapi Persija pekan lalu. Oleh karena itu, assiten pelatih Eko Purdjianto dipilih untuk menukangi Bali United di sisa musim ini.

Eko berdalih, keterpurukan Bali musim ini merupakan dampak dari kondisi tim yang tidak lengkap. Dimana, dia menjelaskan, Serdadu Tridadu kerap kali kehilangan sejumlah pemain penting untuk bisa meraih kemenangan.

"Musim ini memang berat bagi Bali United dan semua pemain juga merasa berat. Semua tim bisa saling mengalahkan, tim papan bawah bisa mengalahkan tim papan atas," kata Eko, Jumat (7/12/2018).

"Selain itu, kita juga sering main tidak lengkap. Ada pemain kami yang cedera, ada yang akumulasi, dan dipanggil timnas," sambung Eko.

Namun, Eko yakin Bali United akan bangkit di musim depan. Bahkan, dia optimis Serdadu Tridadu dapat lolos ke kompetisi Asia di 2020. 

"Tentu kami kecewa tidak bisa ikut kompetisi Asia (tahun depan). Yang pasti selanjutya kita akan bekerja keras untuk tembus Asia lagi. Semoga tahun depan kita bisa lebih bagus sehingga target kita ke Asia bisa terwujud," papar Eko.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More