Pantau Flash
Tolak Pinangan Barca dan PSG, De Ligt: Saya Mengagumi Juventus
Hingga Akhir 2019, Blok Masela Bisa Dongkrak Cadangan Migas 300 Persen
Pompeo: China Bertanggung Jawab Atas Noda Abadi Abad Ini!
Novri Setiawan Dihukum 2 Laga, Persija Didenda Rp75 Juta
Komedian Nunung Ditangkap Polisi karena Narkoba, Tes Urinenya Positif

Pasca Bentrok, Sudan Tetapkan Masa Transisi Pemerintah 3 Tahun

Pasca Bentrok, Sudan Tetapkan Masa Transisi Pemerintah 3 Tahun Seorang perwira militer Sudan dan demonstran merayakan setelah Menteri Pertahanan Awad Ibn auf mengundurkan diri sebagai kepala Dewan militer transisional yang berkuasa. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Kelompok oposisi dan pemimpin militer Sudan telah menyepakati masa peralihan tiga-tahun sebelum penyelenggaraan pemilihan umum.

Dalam satu taklimat pada Selasa malam, 14 Mei 2019, di Ibu Kota Sudan, Khatroum, kedua pihak juga menyatakan mereka telah sepakat untuk membentuk tiga tingkat pemerintahan --dewan peralihan gabungan, kabinet, dan parlemen.

Yasir Alatta, anggota terkemuka Dewan Peralihan Militer --yang memerintah, mengatakan mereka telah mengalokasikan hak untuk membentuk kabinet kepada aliansi oposisi.

Baca juga: 33 Orang Tewas Akibat Kebakaran Hutan di Sudan

"Ukuran parlemen peralihan akan terdiri atas 300 anggota, 67 persen akan diangkat oleh Deklarasi Kekuatan Perubahan dan Kebebasan dan 33 persen akan dirundingkan antara kedua pihak," demikian konfirmasi Alatta, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu.

Medani Abas Medani, anggota terkemuka aliansi oposisi, mengatakan perundingan direncanakan dilanjutkan pada Rabu (15/5/2019), guna membahas perincian pembentukan dewan peralihan gabungan dan persentase wakil dari kedua pihak.

Baca juga: Militer Sudan Janjikan Pemerintahan Sipil Baru Usai Bashir Lengser

"Kami juga telah sepakat untuk membentuk satu komite gabungan guna menyelidiki peristiwa kerusuhan yang terjadi pada Senin malam di bundaran tempat aksi duduk di luar markas militer (di ibu kota Sudan) sehingga menewaskan delapan orang dan melukai 200 orang lagi," ia menambahkan.

Perkembangan paling akhir tersebut dicapai setelah pembicaraan antara Dewan Militer dan aliansi oposisi macet mengenai pembentukan dewan peralihan gabungan dan masa peralihan.


Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: