Pantau Flash
Aldila Raih Emas Pertamanya di SEA Games 2019
Jalan Yos Sudarso Surabaya Kembali Bisa Dilalui Pejalan Kaki pada 2020
Presiden Jokowi Akan Resmikan Tol Kunciran-Serpong Siang Ini
Retno dan Prabowo Sambut Menhan-Menlu Australia di Bali
Sri Mulyani Klaim Negara Rugi Rp1,5 Miliar Akibat Ulah Eks Dirut Garuda

PBB: Mahkamah Pidana Internasional Harus Selesaikan Konflik Myanmar

PBB: Mahkamah Pidana Internasional Harus Selesaikan Konflik Myanmar Pengungsi Rohingya. (Foto: Reutera/Mohammad Ponir Hossain)

Pantau.com - Rapporteur Khusus PBB mengenai Myanmar menyatakan, situasi di Myanmar harus diserahkan kepada Mahkamah Pidana Internasional (ICC) oleh Dewan Keamanan, atau satu pihak negara atau kelompok pihak negara.

Ketika berbicara pada Sidang Ke-40 Dewan Hak Asasi Manusia, Yanghee Lee mengatakan, jika tidak mungkin untuk merujuk situasi ke ICC, maka masyarakat internasional mesti mempertimbangkan pembentukan pengadilan mandiri.

"Khawatir dengan peningkatan situasi Rohingya, dengan pendeportasian dari India dan Arab Saudi baru-baru ini, serta kedatangan satu perahu di Malaysia baru pekan lalu," ujarnya, seperti dikutip dari Kantor Berita Anadolu.

Baca juga: Relokasi Rohingya ke Pulau Terpencil, Pemerintah Bangladesh Dikecam

"Saya terganggu saat mendengar laporan dari para pejabat Pemerintah Bangladesh bahwa pada April mereka berencana memindahkan 23.000 pengungsi Rohingya dari berbagai kamp di Cox's Bazar ke Bhashan Char, pulau yang muncul belum lama ini di Teluk Benggala," sambungnya.

Relokasi yang tak terencana dengan baik dan pemindahan tanpa keinginan pengungsi, memiliki potensi akan menciptakan krisis baru. 

"Pemerintah Bangladesh berkewajiban menjamin bahwa ini takkan dilaksanakan," katanya.

Baca juga: Kelompok Teror Rakhine Bunuh 9 Polisi Myanmar

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: