Forgot Password Register

PBNU Setuju Kampanye di Pesantren Dilarang, tapi...

PBNU Setuju Kampanye di Pesantren Dilarang, tapi... Ketua PBNU Said Aqil Siraj (Foto: Pantau.com/ Rizky Adytia)

Pantau.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengaku setuju dengan peraturan yang telah dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait larangan untuk berkampanye di lingkungan pendidikan seperti sekolah dan pesantren dengan alasan politik dapat memecah konsentrasi para generasi penerus bangsa.

"Kampanye dalam arti politik saya setuju itu dilarang," ucap Said Aqil, di Thu Chi Center, Jakarta Utara, Minggu (21/10/2018).

Baca juga: Ketum PBNU: Warga NU Sudah Siap Sholat Menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Namun, Said Aqil menambahkan, jika kedatangan pasangan Capres dan Cawapres ke tempat pendidikan seperti pesantren dengan tujuan bersilahturahmi, ia mengatakan hal itu sangat diperbolehkan.

Sebab ia menyebut bahwa di dalam agama islam, silahturahmi sangat dianjurkan agar tidak terjadi perpecahan dan hal-hal yang tak diinginkan.

"Tapi silahturahmi yang mempererat silahturahmi sangat penting. Boleh kalo tujuannya silahturahmi," kata Said Aqil

Sayangnya, saat disinggung mengenai bagaimana cara untuk membedakan berkampanye di tempat pendidikan dengan bersilahturahmi, Said Aqil tak menjabarkannya. Ia justru memberi contoh silahturahmi dengan mengibaratkan murid yang mendatangi gurunya.

"Hayo kita saling mengunjungi, saling memaafkan, muda yang mendatangi yang tua, murid mendatangi guru itu silaturahmi," papar Said Aqil.

Baca juga: Kata Ketum PBNU Soal Tudingan Mahfud MD yang Dijegal Jadi Cawapres

Peraturan yang mengatur larangan berkampanye di tempat pendikan telah tertera di Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 280 ayat 1 huruf h yang berbunyi, Pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang: menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More