Forgot Password Register

PBSI Akui Sektor Tunggal Masih Memiliki Banyak 'PR' Hadapi Asian Games

Pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting (Foto: Antara/ Muhammad Adimaja) Pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting (Foto: Antara/ Muhammad Adimaja)

Pantau.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI Susy Susanti merasa Indonesia masih kesulitan untuk dapat meraih prestasi dari sektor tunggal di ajang Asian Games 2018. Peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona itu mengatakan Jonatan Christie dan kawan-kawan masih harus bekerja keras.

“Sektor tunggal memang harus benar-benar kerja keras. Khusus tunggal putra, harus diperbaiki lagi stroke-nya, baik serangan, pertahanan, dan pola main,” kata Susy.

“Selain itu, fisik, kecepatan, dan kelincahan di lapangan, serta antisipasi untuk mengambil kendali permainan juga harus diasah lagi,” sambung istri Alan Budi Kusuma ini.

Baca juga: Indonesia Tanpa Wakil di Nomor Tunggal Kejuaraan Dunia 2018

Indonesia sendiri menurunkan enam nama yang akan memperkuat sektor tunggal putra-putri. Diantaranya Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Ihsan Maulana Mustofa, Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, serta Ruselli Hartawan.

Khusus Gregoria, Susy ternyata memiliki catatan sendiri. Menurutnya, Jorji sapaan akrab Grego berpeluang besar untuk bersaing dengan nama-nama beken di sektor tunggal putri.

Terbukti, Jorji beberapa kali mampu memaksa pemain sekelas Tai Tzu Ying hingga Pusarla V. Sindhu harus memainkan rubber gim saat menghadapinya. Namun, Susy merasa tetap masih ada yang harus diperbaiki dari peraih emas Kejuaraan Dunia Junior Bulu Tangkis 2017 ini.

Baca juga: Kalah dari Wakil China, Gregoria Tersingkir dari Kejuaraan Dunia

“Sebetulnya Gregoria bisa mengimbangi pemain-pemain elit, tetapi masih dia kurang sabar dan gampang 'buang bola'. Gregoria harus lebih siap capek dan diperkuat kelincahan kakinya, agar konsistensi pukulannya lebih akurat,” ungkap Susy.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More