Forgot Password Register

PDIP Balas Sindiran PSI Soal Partai Nasionalis di Perda Syariah

PDIP Balas Sindiran PSI Soal Partai Nasionalis di Perda Syariah Eriko Sotarduga (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie mempertanyakan keterlibatan aktif PDIP dan Golkar sebagai partai nasionalis, dalam merancang, mengesahkan, dan menerapkan 58 Perda Syariah di Indonesia dalam pidatonya beberapa waktu lalu.

Menanggapi serangan Grace tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Eriko Sotarduga melemparkan sindiran kepada PSI dengan mengingatkan bahwa proses berpolitik itu tidak ada yang instan. Eriko bercerita bagaimana PDIP menghadapi Pemilu 2004 dan 2009 yang suaranya tak sesuai ekspektasi, kemudian akhirnya bisa menang di Pemilu 2014.

"Sekarang hasil survei di masyarakat bukan dari kami yang ada beredar yang independen seperti yang terakhir ada di angka 26.5 persen, nah proses yang panjang itu tidak bisa dijadikan proses yang instan," ujar Eriko di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (14/3/2019).

Baca juga: Analis: Pidato Politik Grace Natalie yang Singgung PDIP Sah-sah Saja

Eriko menyindir kembali dengan mengatakan, bagaimana bisa mengklaim merasa paling benar jika belum pernah melakukan perkerjaan partai politik sesungguhnya yakni di parlemen. Untuk itu, Eriko meminta PSI untuk introspeksi diri.

"Nah ini mungkin saran kami kepada rekan-rekan pada adik-adik di PSI tentu mereka jauh lebih muda artinya prosesnya perlu panjang dan masyarakat sudah sangat cerdas, ini ibarat jari telunjuk menunjuk satu ke depan kepada siapapun sasarannya ada 3 jari yang menunjuk diri sendiri," tuturnya.

"Apakah dengan kita menunjuk ke sana terus kita tidak berkaca diri apakah kita sudah benar apakah kita sudah menjalankan organisasi partai sudah benar apa yang sudah dilakukan, itu kan baru menjadi bagian kecil dari yang sudah dilakukan, itu kan baru menjadi bagian kecil dari yang dilakukan," lanjutnya.

Baca juga: PDIP Sesalkan 'Serangan' Ketum PSI Terkait Parpol Nasionalis

Lebih lanjut, Eriko menilai bahwa masyarakat sekarang ini sudah cerdas. Menurutnya, tidak ada keuntungan dari yang dilakukan partai politik yang menjelek-jelekan partai politik lain.

"Masyarakat sendiri punya penilaian sendiri yang tidak bisa kita katakan kita menjamin dengan menjelekkan pihak lain terus kita mendapatkan efek positifnya masyarakat Indonesia juga tidak begitu senang dengan katakan menjelek-jelekkan yang lain," tandasnya.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More