Pantau Flash
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Meksiko
Harga Minyak Tersungkur di Tengah Kekhawatiran Global Semakin Meningkat
Ade Armando Akan Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Meme Anies Joker
Tottenham Hotspur Pecat Mauricio Pochettino
Target Produksi Migas Pertamina Sampai Akhir Tahun Capai 910 MBOEP

Pejabat PBB Urusan Palestina Dipecat karena Beri Jabatan ke Selingkuhannya

Headline
Pejabat PBB Urusan Palestina Dipecat karena Beri Jabatan ke Selingkuhannya Pierre Krahenbuhl sebelumya menjabat Commissioner-General Badan PBB untuk Pengungsi Palestina. (Foto: Reuters/Denis Balibouse)

Pantau.com - Seorang pejabat senior PBB yang mengurusi masalah pengungsi Palestina Pierre Krahenbuhl telah dipecat setelah adanya penyelidikan bahwa dia mengangkat selingkuhannya untuk jabatan penting sehingga dia bisa ikut dalam perjalanan kunjungan kerja.

Krahenbuhl sebelumnya adalah kepala badan bernama UNRWA, sebuah badan yang mengurusi para pengungsi Palestina dengan pangkat Commisioner General.

"Commissioner-General sudah diberhentikan sambil menunggu proses penyelidikan diselesaikan." kata PBB dalam sebuah pernyataan, yang dilansir dari ABC News, Kamis (7/11/2019).

Krahenbuhl dituduh tidak mengindahkan proses pengangkatan pegawai ketika dia mengangkat seorang perempuan untuk menjadi penasehat senior, sehingga perempuan tersebut bisa menemaninya dalam perjalanan bisnis. Perempuan tersebut adalah selingkuhannya.

Baca juga: Kacau! Pria Bernama Bobby Singh Tipu Pemerintah Australia Rp20 Miliar

Krahenbuhl juga dituduh banyak melakukan perjalanan, tinggal di hotel mewah, sementara mengatakan bahwa UNRWA sangat memerlukan bantuan dana, setelah Amerika Serikat menghentikan pendanaan bagi lembaga tersebut di tahun 2018.

Sebuah laporan yang masuk ke PBB yang kemudian dibocorkan ke media mengatakan bahwa Krahenbuhl menghabiskan sekitar 28-29 hari setiap bulannya, meninggalkan kantor pusat lembaga tersebut di Yerusalem.

Dia juga tidak mengindahkan aturan lain sehingga dia bisa membawa selingkuhannya melakukan perjalanan bisnis beersamanya.

Krahenbuhl sendiri telah membantah tuduhan tersebut dan mengatakan itu semua adalah 'tuduhan tidak berdasar' dan mengatakan penyelidikan oleh PBB belum lagi mencapai kesimpulan.

UNRWA dituduh banyak melakukan nepotisme


UNRWA dibentuk untuk mengurusi pengungsi Palestina akibat konflik Arab-Israel di tahun 1948-1949. (Foto: UN Photo)

Selain Amerika Serikat yang sebelumnya menyumbang pendanaan 30 persen bagi UNRWA yang sekarang menghentikan pendanaan, beberapa negara lain juga sudah menghentikan pemberian dana.

PBB sendiri sedang menyelidiki tuduhan bahwa UNRWA melakukan nepotisme dan tindakan bullying terhadap staf senior UNRWA yang lain.

Salah satu kasus nepotisme dituduhkan terhadap mantan polisi asal Australia Robert Langride, yang sekarang menjadi Wakil Direktur UNRWA yang berkantor di Yordania.

Dia dituduh mendapatkan pekerjaan itu dengan 'cara tidak benar" karena istrinya Sandra Mitchell, yang pernah menjadi wakil ditrektur UNRWA dituduh berusaha agar suaminya mendapat jabatan senior di lembaga tersebut. Langridge dan istrinya membantah tuduhan tersebut dalam pernyataan kepada Al Jazeera, yang memberitakan tuduhan ini pertama kalinya.

Baca juga: Video Rekaman Petugas Perbatasan Israel Tembak Pria Palestina

Namun PBB mengatakan bahwa ada berbagai masalah yang mereka temukan di UNRWA.

UNRWA adalah salah satu lembaga tertua di PBB didirikan untuk membantu ratusan ribu warga Palestina yang harus meninggalkan tempat tinggal mereka akibat konflik Arab-Israel tahun 1948-1949.

Lembaga tersebut memberikan bantuan makanan, layanan kesehatan dan layanan lain ke sekitar 5,4 juta warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat dan Gaza, Yordania, Suriah dan Lebanon.

Mandat UNRWA harus diperbarui tiap tiga tahun dan akan disidangkan di Majelis Umum PBB bulan Desember 2019.

PBB
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: