Forgot Password Register

Pemerintah Diminta Genjot Sektor Industri Bahan Baku Farmasi

Ilustrasi (Pixabay) Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Pemerintah mendorong industri dalam negeri dapat menciptakan bahan baku sendiri. Termasuk salah satunya industri farmasi yang 90 persen bahan bakunya berasal dari negara lain atau impor.

Ketua Komite Perdagangan dan Industri Bahan Baku Farmasi Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Vincent Harijanto menyatakan hal tersebut sangat mungkin dilakukan. Lebih lanjut pihaknya juga meminta pemerintah memberikan fasilitas agar investor tertarik berinvestasi di bidang ini.

"Saya mau invite investor bahan baku di Indonesia. Tapi saya susah jawab pertanyaan kalau mereka tanya saya bisa dapat apa? Fasilitas apa, apakah tax allowance, apakah ada jaminan produk saya dipakai, apakah mendapatkan kemudahan untuk mengakses fasilitas yang kita perlukan, apakah produk bisa dipakai oleh industri yang ada? Kan gitu," ujarnya ditemui dalam sebuah diskusi di Hotel Millenium, Jakarta Pusar, Rabu (11/7/2018).

Baca juga: Rupiah Melemah, Faisal Basri Bongkar Nama Pejabat yang 'Ternak' Dolar

Ia menambahkan, sebenarnya Indonesia telah memiliki industri bahan baku obat sejak 20 tahun lalu. Bahkan pernah mendapatkan Investor asing hingga menghasilkan bahan baku bebrapa produk seperti, Ampicilin dan Amoxicillin. Namun terhenti karena tidak berkembang. 

"Ada yang membuat ampicilin dan amoxicillin. Saat ini juga masih ada pembuat paracetamol. Tapi tidak cukup. Bahkan sebaliknya, industri ampicilin dan amoxicillin tidak dilanjutkan. Paracetamol sendiri tidak berkembang,"ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya dapat menciptakan iklim usaha yang baik jika ingin mendorong perkembangan industri bahan baku obat di Indonesia. Sebab kata Vincent, yang berminat untuk berinvestasi cukup banyak.

Baca juga: Rupiah Melemah, Faisal Basri Bongkar Nama Pejabat yang 'Ternak' Dolar

"Mudah-mudahan bisa berhasil. Yang berminat cukup banyak. Berapapun saja misal 10 sampai 20 industri farmasi yang bisa bekerja sama untuk membuat bahan baku saya sudah cukup baik," terangnya.

Ia menilai saat ini Indonesia memang harus segera memulai kembali perkembangan industri bahan baku. Dengan demikian, ketergantungan impor bahan baku bisa dikurangi.

"Start sajalah, mulai. Memang selalu hambatannya bisa hambatan psikologis bisa aktual. Kita ini sudah terlambat. Tidak ada kata terlambat. Mau menunggu apa? Kalau kita tunggu makin terlambat," pungkasnya.





Share :
Komentar :

Terkait

Read More