Forgot Password Register

Headlines

Pemkab Mandailing Natal Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Pemkab Mandailing Natal Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor Ilustrasi banjir Sumatera Utara. (Foto: Antara)

Pantau.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal atau Madina Sumatera Utara menetapkan status tanggap darurat banjir dan longsor di daerah itu hingga 18 Oktober 2018.

Baca juga: Pasaman Barat, Tanggap Darurat Banjir Selama 7 Hari

"Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat pemberitahuan tentang status tanggap darurat itu," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Medan, Sabtu (13/10/2018).

Menurut dia, BNPB terus memantau dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut dan pihak lainnya menangani bencana banjir dan longsor di Madina.

Selain memerlukan bantuan pencarian korban dan penanganan kerusakan rumah, kebutuhan mendesak untuk Madina adalah bahan makanan pokok masyarakat dan alat berat.

Untuk itu sudah dilakukan penanganan bekerja sama dengan banyak pihak terkait.

"Laporan menyebutkan, data sementara tercatat 13 orang meninggal dunia dan 10 orang hilang di Madina akibat banjir dan longsor," ujar Sutopo.

Banjir dan longsor yang terjadi pada 13 Oktober 2018 melanda sembilan kecamatan di Madina yakni Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan dan Batang Natal.

Selain di Madina, bencana longsor juga terjadi di Sibolga dan menyebabkan empat orang meninggal dunia, satu orang luka berat, dan tiga orang luka ringan.

Baca juga: Banjir dan Longsor Terpa Sumatera Utara dan Sumatera Barat, 22 Orang Meninggal

Kerugian material di Sibolga meliputi 25 rumah rusak berat, empat unit rumah rusak sedang dan sekitar 100 rumah terendam banjir dengan tinggi 60-80 centimeter.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More