Pantau Flash
Sri Mulyani: RI Fokus Konsumsi Domestik Meski Perlambatan Ekonomi Global
Vicky Nitinegoro Ditangkap, Polisi Periksa Liquid Vape Terkait Narkoba
Kapolri Sebut Pelarangan Demonstrasi Agar Negara Tak Kecolongan
4 Hari Lagi, Yahoo Tutup Layanan Group dan Seluruh Konten
Akses Keluar Tol Slipi Arah Gatot Subroto Ditutup karena Isu Demo

Pemprov DKI Luncurkan Fase Kedua Jalur Sepeda pada 12 Oktober Mendatang

Pemprov DKI Luncurkan Fase Kedua Jalur Sepeda pada 12 Oktober Mendatang Pengenda melintas di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019). Salah satu sisi kiri jalan tersebut dibuat marka jalur sepeda yang akan diujicobakan akhir pekan nanti. (Foto: Antara/HO/Sudihub Jakarta Selatan)

Pantau.com - Pemprov DKI Jakarta akan meluncurkan fase dua jalur sepeda sepanjang 23 kilometer (dua arah) dari Jalan Fatmawati, Panglima Polim, Sisingamangaraja hingga Sudirman, pada 12 Oktober 2019.

"Tanggal 12 besok itu Pak Gubernur akan meluncurkan fase keduanya yang akan tersambung dengan fase satu di Bundaran HI," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota Jakarta.

Baca juga: Pemerintah, Amankah Otoped Listrik Berkeliaran di Jalan Raya?

Fase kedua tersebut, kata Syafrin, termasuk dalam program Gubernur Jakarta yang akan membangun 63 kilometer jalur sepeda dengan fase satu sudah dimulai tanggal 20 September lalu mulai dari Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Tugu Proklamasi, Jalan Diponegoro, Imam Bonjol, masuk ke Merdeka Selatan, hingga MH Thamrin sepanjang 25 kilometer (dua arah).

"Totalnya nanti dibangun tiga fase yang akan dibuatkan jalur sepeda," ucap Syafrin.

Adapun untuk fase tiga, Syafrin menjelaskan akan dibangun mulai dari Jalan Tomang Raya, Simpang Tomang kemudian belok kanan di Cideng, Cideng Jalan Kebon Sirih, Kebon Sirih dan masuk ke Jalan MH Thamrin sepanjang 15 kilometer (dua arah).

"Semuanya akan ketemu di Bundaran Hotel Indonesia," ujar Syafrin.

Baca juga: Kamu Sudah Tahu Ada Jalur Sepeda di Jalan MH Thamrin?

Sementara itu, pihak Polda Metro Jaya, menyatakan jalur sepeda di beberapa ruas jalan Jakarta akan dipertegas dengan marka dan rambu lalu lintas, jika sudah dipermanenkan dengan maksud agar tidak ada pengendara kendaraan bermotor yang melanggar.

Dengan adanya marka dan rambu jalan di jalur sepeda, polisi bisa melakukan tindakan pelanggaran yang tidak sesuai dengan aturan lalu lintas tersebut.

Tidak main-main, para pelanggar jalur sepeda nantinya berpotensi diganjar aturan lalu lintas dengan denda mencapai Rp500 ribu atau kurungan dua tahun seperti penerobos jalur Transjakarta.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: