Forgot Password Register

Pemprov DKI Tegur Warga Gunakan Makam untuk Tempat Hajatan

Pesta pernikahan di tempat pemakaman umum. (Foto: Istimewa) Pesta pernikahan di tempat pemakaman umum. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Kepala Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI Jakarta, Djafar Muchlisin menyebutkan, selain teguran tertulis, pengguna Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk hajatan juga wajib memperbaiki kerusakan di lokasi.

"Tentunya ada teguran tertulis pada pelanggar, kemudian mereka wajib untuk memperbaiki kerusakan di lokasi," ujarnya di Jakarta, Rabu, 12 September 2018.

Djafar melanjutkan warga Jakarta Timur yang sebelumnya diberitakan menggunakan TPU sebagai tempat hajatan sebenarnya hanya menggunakan halaman rumahnya yang berbatasan dengan pemakaman.

"Mereka mengadakan kegiatannya bukan di pemakaman, tapi menggunakan halaman rumahnya yang berbatasan dengan pemakaman," jelasnya.

Baca juga: Pantau Video: Ngawur! Jangan Tiru Pesta Pernikahan Seperti Ini

Ia mengimbau masyarakat dapat menggunakan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) untuk keperluan acara keluarga.

Larangan untuk menggunakan TPU berdasarkan Perda Nomor 7 Tahun 2008 tentang ketertiban umum yang melarang siapapun memasuki atau berada di jalur hijau atau taman yang bukan untuk umum.

Sebelumnya sebuah video viral di media sosial, setelah sebuah video memperlihatkan pesta pernikahan yang tidak lazim. Jika pada umumnya pesta pernikahan diselenggarakan di dalam gedung, di alam terbuka, di tempat ibadah, ataupun di rumah mempelai wanita.

Berbeda dengan pesta pernikahan yang satu ini. Pesta pernikahan ini diselenggarakan di tempat pemakaman umum (TPU) atau kuburan. Terlihat dari video tersebut, para tamu undangan sedang menikmati pentas musik yang sedang digelar.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More