Forgot Password Register

Headlines

Penduduk Perbatasan Beli Gas dari Malaysia? Itu Zaman Dulu Sobat!

Penduduk Perbatasan Beli Gas dari Malaysia? Itu Zaman Dulu Sobat! Wakil Menteri ESDM, Arcanda Tahar meninjau jaringan gas (Foto: Kementerian ESDM)

Pantau.com - Sobat Pantau sebelumnya tahu tidak? penduduk perbatasan kerap membeli gas dari negara sebelah? Tapi syukur nih, kali ini tak perlu nyebrang hanya karena kehabisan gas. Ini cerita dari Ati Iriani, warga Rusunawa Pamusian Bompanjang, Tarakan, Kalimantan Utara, yang saat ini sudah menerima jaringan gas rumah tangga (jargas) Kota Tarakan, Kalimantan Utara. 

Ati Iriani (59 Tahun), ibu rumah tangga yang sudah lebih dahulu menikmati jargas sejak 2010 di kota tersebut, membagi pengalamannya. Ati. Ia mengaku sangat senang karena diperhatikan oleh pemerintah meskipun tinggal di daerah perbatasan. 

"Kami sekarang tidak perlu lagi menggunakan gas tabung dari negara tetangga," ungkap Ati di hadapan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

Baca juga: Hati-Hati! Sobat Pantau Wajib Kenali Ciri-ciri Developer Bodong (Bagian II)

Ia menyebut, kini dirinya hanya menghabiskan sekitar Rp30.000 hingga Rp40.000 ribu saja per bulan sejak menggunakan jargas. 

"Yang tadinya sebulan kami habiskan 1-2 tabung yang 14 kg dari Malaysia, itu harganya Rp100 ribu-Rp200 ribu, sekarang alhamdulillah Rp30.000-Rp40.000 (rupiah) saja," ujarnya.

Manfaat lain dalam menggunakan jargas, menurut Ati, adalah penggunaannya sangatlah mudah dan dapat digunakan selama 24 jam. 

Pengalaman lain diutarakan oleh Epon Widyawati (53 tahun), pemilik usaha kecil makanan seperti siomay, bakso, batagor, dan mie ayam. Ia merasakan banyak kemudahan dalam menggunakan jargas, diantaranya ialah tidak perlu mengangkat tabung gas ketika membeli gas baru. Kemudahan lainnya yaitu menghilangkan kekhawatiran dirinya ketika memasak pada dini hari.

"Sekarang sudah enak, kita nggak perlu antri panas-panasan untuk membeli gas tabung, dan tidak perlu takut gas habis pada tengah malam," ujar Epon.

Baca juga: RAISA yang Satu Ini Terbukti Sukses Buat Petani Sumringah

Dari sisi penghematan, Epon menjelaskan bahwa ia mampu berhemat hingga lebih dari Rp600.000 setiap bulannya jika dibandingkan dengan memakai gas tabung. 

"Kalau pake jargas lebih irit, lebih murah. Dalam 1 bulan, sebelum pakai jargas Rp1 juta lebih, setelah pakai jargas turun menjadi sekitar Rp300 ribu-Rp350 ribu, itu sangat membantu sekali," tandasnya.

Perlu diketahui, untuk tahun 2018, sebanyak 4.695 sambungan rumah (SR) jargas akan diselesaikan dengan sumber pembiayaan dari APBN 2018.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More