Pantau Flash
Vokalis Band Rock 'The Cars' Rick Ocasek Meninggal Dunia
Ditugaskan Impor 50.000 Ton Daging Sapi Brazil, 3 BUMN Ini Belum Urus Izin
Thailand Terancam Krisis Ekonomi karena Tuduhan Manipulasi Pemilu
Lahir dengan Koneksi Internet dan Medsos, Gen Z Waspadai Depresi
Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak

Peneliti: Besarnya Dana Pemilu Harusnya Bisa Dorong Pertumbuhan

Peneliti: Besarnya Dana Pemilu Harusnya Bisa Dorong Pertumbuhan Ilustrasi pemilu (Foto: Pantau.com/Amin H Al Bakki)

Pantau.com - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman mengatakan besarnya anggaran yang telah dikucurkan pemerintah untuk penyelenggaraan Pemilu 2019, seharusnya bisa ikut membantu mendorong pertumbuhan. Namun ternyata hasilnya tak optimal.

"Anggaran Rp25 triliun untuk pemilu belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai yang diharapkan. Padahal, pemilu awalnya diharapkan dapat mendorong sektor konsumsi karena sektor investasi bisa dikatakan belum cukup berani bertindak untuk investasi karena menunggu hasil pemilu," kata Assyifa Szami Ilman dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/5/2019).

Baca juga: Kata BI, Penukaran Uang Baru Maksimal Rp3,9 Juta per Orang

Menurut dia, capaian pertumbuhan yang sudah ada saat ini juga kembali membutuhkan diskusi lebih lanjut dari berbagai pihak terkait.

Hal tersebut karena faktor pendorong konsumsi yang tersisa sepanjang tahun ini hanyalah Ramadhan dan Lebaran, dan juga Natal serta Tahun Baru.

"Kedua momentum ini bisa dirasa belum cukup untuk menjaga pertumbuhan perekonomian di kuartal-kuartal selanjutnya dimana pertumbuhan ekonomi di periode tersebut harus mencapai rata-rata 5,4 persen. Sehingga, perlu cara lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya.

Baca juga: Menko Darmin: Migas Terutama Avtur dan Solar, Kita Tidak Akan Impor

Ia berpendapat salah satu cara untuk mendorong konsumsi adalah dengan menghilangkan berbagai hambatan yang dihadapi oleh sektor konsumsi untuk bisa tumbuh.


Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Ekonomi

Berita Terkait: