Forgot Password Register

Headlines

Pengakuan Dono, ABK Korban Perdagangan Manusia di Kapal Buronan Interpol

Pengakuan Dono, ABK Korban Perdagangan Manusia di Kapal Buronan Interpol ABK korban perdagangan manusia (Foto: Pantau.com/Sahat Amos Dio)

Pantau.com - Dono (35) salah satu anak buah kapal (ABK) STS-50 menuturkan kisah perjalanannya menjadi korban perdagangan manusia lantaran bekerja di kapal yang menjadi buronan Interpol. 

"Saya bawa berkas pendukung paspor, buku pelaut, ijazah ke PT GSJ dan sampai PT GSJ yang diterima dan kalau ada job kami dipanggil, saya pulang dari PT itu. Setelah setengah bulan saya dipanggil medical untuk berangkat," ujar Dono di Kantor KKP, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Baca juga: Ada 20 ABK Korban Perdagangan Orang di Kapal Buronan Interpol

Dono menambahkan, usai mendapat panggilan dari PT GSJ, ia langsung terbang ke China melalui Bandara Soekarno Hatta. Namun dirinya tak menyangka jika ternyata kapal yang mempekerjakannya ternyata bermasalah.

"Setelah itu 12 Desember 2017 saya berangkat ke Bandara Soekarno Hatta untuk diterbangkan ke China. Naik kapalnya dari China yang kemudian kapal ini ditangkap," kata Dono. 

Dono, ABK korban perdagangan manusia (Foto: Pantau.com/Sahat Amos Dio)

Dono kembali mencoba mengingat awal dirinya menginjakkan kaki di kapal itu untuk pertama kalinya. Menurut Dono, ia mulai merasakan hal yang ganjil karena kapal tersebut memiliki bendera yang berbeda dengan keterangan dari pihak perusahaan penyalur ABK. 

"Saya merasa jadi korban perdagangan orang kan saya berangkat ada dokumen segala macam, di kapal ada masalah," ujarnya.

Baca juga: Polisi Kejar-kejaran Saat OTT Pegawai Pajak yang Peras Rp50 Juta

Selain itu, Dono juga mengaku bahwa kapal tersebut memberikan jam kerja yang normal kepada para awak ABK. Namun, saat ini Dono dan rekan-rekannya yang lain mengharapkan agar sisa gaji yang belum dibayarkan oleh PT GSJ untuk segera dilunasi.

"Mulai kerja di kapal jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Gaji belum dibayar 2 bulan totalnya USD700," katanya.

Sebelumnya diberitakan, kasus tindak pidana perdagangan orang atau human trafficking terungkap dari penangkapan Kapal STS-50 yang merupakan buronan Interpol. Dari pemeriksaan kapal itu pada tanggal 11-12 April 2018, ditemukan 20 anak buah kapal (ABK) yang dipekerjakan tidak sesuai kesepakatan awal.

"20 orang ABK tersebut disalurkan oleh agen penyalur bernama PT GSJ, agen penyalur ini diduga mengetahui sejarah operasi ilegal kapal STS-50," kata Menteri KKP Susi Pudjiastuti di Kantor KKP, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Susi juga mengatakan, perusahaan penyalur dari ABK tersebut juga tidak memberikan gaji sesuai yang dijanjikan sebelumnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More