Forgot Password Register

Pengalaman Buwas Cocok untuk Memberantas Mafia Pangan

Pengalaman Buwas Cocok untuk Memberantas Mafia Pangan Budi Waseso (Foto: Twitter/BNN)

Pantau.com - Penempatan Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Budi Waseso atau Buwas sebagai Dirut Bulog menggantikan Djarot Kusumayakti dinilai tepat dilakukan menjelang Ramadhan karena umumnya persoalan pangan menjadi krusial.

Hal itu dsampaikan oleh Direktur Institut Agroekologi Indonesia (INAgri), Syahroni. Ia berharap agar Buwas bisa membawa harapan baik dalam mengatasi persoalan pangan nasional.

"Ini tepat momentumnya apalagi menjelang waktu yang krusial yakni Ramadan dan Lebaran," katanya, Minggu (29/4/2018).

Baca juga: Bank Indonesia Sangkal Penarikan Investasi Agar Suku Bunga Naik

Menurut Syahroni, Buwas merupakan sosok yang tegas dan berani sehingga cocok untuk  memberantas mafia pangan hingga ke akar-akarnya.

"Latar belakang dan pengalaman Buwas menangani mafia pungli ketika di Bareskrim dan memberantas mafia narkoba ketika di BNN jadi modal pengalaman untuk membongkar mafia pangan," katanya.

Syahroni menjelaskan bahwa harga beberapa komoditas pangan saat ini masih di atas harga acuan penjualan pemerintah sebagaimana diatur dalam Permendag Nomor 26 tahun 2017. Oleh karena itu, pemerintah harus segera mengendalikan stabilitas pangan dengan segera.

"Jika kondisi demikian tidak dikendalikan menjelang Ramadan dan Lebaran maka akan memiliki dampak ekonomi dan politik negara ini. Bahkan ada kecenderungan isu pangan ini dipolitisasi oleh sekelompok orang," katanya.

Menyikapi kondisi ini kata alumnus Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Palembang itu hendaknya pemerintah memiliki resep yang berkelanjutan untuk menstabilkan harga komoditas pangan.

"Pemerintah perlu mengaktifkan satgas pangan untuk melakukan upaya-upaya komprehensif mengatasi harga pangan," katanya.

Baca juga: Budi Waseso Resmi Duduki Kursi Dirut Bulog

Pemerintah melalui lembaga terkait juga dinilainya perlu menginventarisasi peta produksi komoditas pangan secara valid, mengatur jalur distribusi yang pendek, dan yang terpenting melakukan edukasi ke konsumen terkait harga acuan penjualan pemerintah.

"Dengan demikian akan terjadi kesepahaman bersama soal harga komoditas pangan," katanya.

Berdasarkan pantauannya beberapa harga pangan di pasaran masih cenderung tinggi di antaranya harga daging ayam ras acuan naik dari Rp32.000/kg menjadi Rp34.150/kg, bawang merah acuan Rp32.000/kg di pasaran naik jadi Rp37.650/kg, dan telur ayam acuan Rp22.000/kg di pasaran Rp23.850/kg.T. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More