Forgot Password Register

Pengamat Nilai Isu Agama Tidak Akan Laku di Pilgub Jabar

Pengamat Nilai Isu Agama Tidak Akan Laku di Pilgub Jabar Kandidat cagub-cawagub Pilkada Jawa Barat (Foto: Instgaram / kpuprovinsijabar)

Pantau.com - Pengamat politik Hanta Yuda mengatakan dinamika politik di Pilgub Jabar dan Pilgub DKI sangat berbeda. Oleh karena itu, pria yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Survei Poltracking Indonesia itu menyebut, jika isu agama tidak akan berpengaruh di Pilgub Jabar. 

"Kuat kalau terbelah seperti Jakarta itu berpotensi, sementara karena preferensi orang yang dianggap dekat dengan Islam tidak hanya Ahmad Syaikhu tapi juga yg lainnya Ridwan Kamil, Dedi Mizwar dianggap masih merepresentasikan suara muslim," ujar Hanta Yuda saat ditemui di Hotel Sari Pan Pacific Place, Jakarta Pusat, Sabtu (23/6/2018).

Menurutnya, jika kelompok koalisi Pilkada Jabar menduplikasi strategi politik Pilkada DKI dengan Jawa Barat maka itu adalah peta politik yang keliru. 

"Jadi kalau ada kelompok koalisi menduplikasi strategi politik di DKI ke Jabar itu keliru. Pertama, peta politik berbeda, figur terpecah tidak hitam putih atau diameternya tegas seperti DKI," paparnya.

Baca juga: Poltracking: Ridwan Kamil-UU Diprediksi Jadi Pemenang Pilgub Jabar

Seperti diketahui, Survei Poltracking Indonesia memprediksi pemenang Pilkada Jawa Barat adalah pasangan calon nomor urut satu Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum dengan perolehan suara 42,0 persen. Survei dilakukan dalam periode 18-22 Juni kepada 800 responden di Jawa Barat.

"Dari hasil survei yang didapatkan maka Ridwan Kamil dan Uu Ruhzanul Ulum 42 persen, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 35,8 persen, Sudrajat-Ahmad Syaikhu 10,7 persen, dan TB Hasanudin - Anton Charliyan 5,5 persen, sisanya tidak tahu tidak jawab 6,0 persen," pungkasnya. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More