Forgot Password Register

Pengamat: OTT di Lapas Sukamiskin Bukti Ada Sistem yang Tidak Beres

Lapas Sukamiskin (Foto: Antara/Novrian Arbi) Lapas Sukamiskin (Foto: Antara/Novrian Arbi)

Pantau.com - Pengamat hukum Margarito Kamis menilai terjadinya OTT KPK terhadap Kalapas Sukamiskin menunjukkan sistem yang bekerja di Kementerian Hukum dan HAM berjalan tidak baik.

"Hingga masalahnya berputar-putar di situ terus," kata Margarito di Jakarta, Minggu, 22 Juli 2018.

Baca juga: OTT Lapas Sukamiskin, Dirjen PAS Siap Mundur Jika Revitalisasi Tak Berhasil

Maka, dia berani menyatakan bahwa persoalan lapas merupakan sangat klasik, artinya klasik yang tidak tertangani juga dari waktu ke waktu.

"Bahkan, saya menduga jangan-jangan kejadian operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Sukamiskin itu hanya puncak gunung es saja," tandasnya.

Margarito lantas menegaskan bahwa Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly harus menjelaskan permasalahan atau sistem kerja yang ada, khususnya di lembaga pemasyarakatan kepada publik. "Jelaskan bagaimana program pembinaan di dalam lapas," katanya.

Baca juga: Harga Fasilitas Mewah di Lapas Sukamiskin Mencapai Setengah Miliar Rupiah

Oleh karena itu, dia menilai wacana untuk memindahkan narapidana korupsi itu tidak akan menyelesaikan masalah. "Itu saya katakan ini mungkin kasus itu puncak gunung es saja," katanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sri Puguh Budi Utami mengatakan bahwa OTT di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, merupakan kejadian yang serius dan di luar dugaan.

"Ini masalah serius dan sejatinya secara paralel sedang mempersiapkan adanya revitalisasi pemasyarakatan sebagai bagian dari sistem peradilan pidana," kata Sri dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu malam, 21 Juli 2018.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More