Forgot Password Register

Headlines

Pengamat: Pembangunan Underpass Matraman Tak Efektif Urai Kemacetan

Pengamat: Pembangunan Underpass Matraman Tak Efektif Urai Kemacetan Ilustrasi Kemacetan. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Analis Kebijakan Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (Fakta), Azis Tigor Nainggolan, menilai Pemprov DKI Jakarta belum sepenuhnya fokus mengendalikan kendaraan pribadi yang disinyalir menjadi penyebab kemacetan di Jakarta.

Tigor juga meminta Pemprov untuk memperbaiki transportasi massal agar mengurai kemacetan yang masih terjadi.

"Pemprov DKI harus lebih fokus kendalikan penggunaan kendaraan pribadi. Pembangunan underpass di wilayah Matraman kurang efektif mengurangi kemacetan," kata Tigor dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Baca juga: Kata PT WIKA Soal Ambruknya Proyek Jalan Tol Manado-Bitung

Menurut dia, underpass Matraman tak memberikan dampak signifikan untuk mengurai kemacetan. Padahal di awal pembangunannya, proyek ini digadang-gadang mampu mengurangi kemacetan dari arah Jakarta Pusat menuju Jakarta Timur.

"Sebelumnya sudah ada jalan layang di kawasan itu. Tak lebih dari setahun setelah dibangun, persimpangan jalan di Matraman kembali macet parah," kata Tigor.

Menurut Tigor, berdasarkan pengalaman, proyek underpass bukan mengurangi kemacetan tetapi hanya membagi kemacetan di jalan-jalan kecil atau jalan tikus.

Baca juga: Kementerian PUPR Akan Aktifkan Kembali Jembatan Timbang

Sebelumnya, pengamat Tata Kota dari Universitas Indonesia (UI), Muhammad Azis, menyarankan agar pemerintah provinsi DKI Jakarta segera menyelesaikan sejumlah pembukaan atau rekayasa lalu lintas baru di daerah tersebut.

"Rekayasa ini meliputi perubahan akses, crossing yang ada dan juga seandainya ada traffic light mesti diatur ulang," ujarnya.

Namun demikian untuk atau mengurangi meminimalisasikan kemacetan yang semakin parah, Aziz menyarankan, agar Pemprov DKI Jakarta dapat membangun infrastruktur penunjang sarana seperti pelebaran jalan di sekitaran jalan Tugu Proklamasi.-

"Tapi, tetap harus ada kajian secara menyeluruh terkait akar masalahnya. Termasuk pembenahan akses jalan ke arah Tambak, Pramuka dan Jatinegara," ucapnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More