Forgot Password Register

Headlines

Pengamat: PSI Diprediksi Tak Lolos Parlemen karena Banyak Blunder

Pengamat: PSI Diprediksi Tak Lolos Parlemen karena Banyak Blunder Ketum PSI Grace Natalie (Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko)

Pantau.com - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia Ari Junaedi mengatakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diprediksi tidak lolos electoral threshold selain karena partai baru juga akibat banyak melakukan blunder.

"Hal ini terlihat dari tingginya resistensi masyarakat," jelas Ari di Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.

Ari mengaku termasuk yang menaruh harapan besar terhadap partai milenial itu pada saat-saat awal berdiri. Namun, menurut Ari, di tengah-tengah perjalanannya, partai yang dipimpin Grace Natalie tersebut kerap mengeluarkan blunder yang tidak perlu.

Baca juga: PDIP Sesalkan 'Serangan' Ketum PSI Terkait Parpol Nasionalis

Ari menyebut penolakan Perda Syariah dan poligami sebagai isu sensitif yang terlalu dini dimainkan oleh PSI sebagai partai baru sehingga mengundang reaksi negatif kepada partai itu.

"Pernyataan perda syariah dan poligami yang masuk dalam ranah filosofis keagamaan sebaiknya tidak disentuh PSI di awal kampanye. Dengan cara seperti itu, PSI mengobarkan perang dengan kaum mayoritas," jelasnya.

Selain itu, PSI juga kerap mengeluarkan pernyataan yang menyinggung partai lain bahkan partai sesama anggota koalisi pendukung Jokowi. Ari menambahkan pernyataan PSI yang menyinggung kiprah partai-partai lama soal pendampingan terhadap gender, yang nyatanya sudah digarap oleh partai-partai yang jauh lebih senior, juga menjadi salah satu langkah yang kurang tepat.

"PSI kurang santun dalam berpolitik serta tidak bisa melepaskan diri dari gaya anak muda yang temperamental," ujarnya.

Baca juga: Analis: Pidato Politik Grace Natalie yang Singgung PDIP Sah-sah Saja 

Semestinya menurut Ari, PSI lincah bermanuver di pusaran isu-isu nasional tanpa membuat permusuhan dengan partai-partai lain. PSI, lanjut Ari, harusnya percaya diri bermain di isu-isu milenial mengingat captive marketnya di kalangan milenial atau pemilih pemula.

"Ini kan tidak, PSI membuka front pertempuran dengan partai-partai senior, tidak peduli yang ada di dalam koalisi atau tidak serta tidak menggarap intens pasar potensialnya," terangnya.

Hasil survei terbaru Litbang Kompas tidak hanya menunjukkan PSI tidak lolos ambang batas parlemen (PT) 4 persen, tetapi juga mendapat resistensi atau penolakan tertinggi dari masyarakat. Dikutip dari Harian Kompas, Kamis, 21 Maret 2019, PSI memiliki elektabiltas 0,9 persen, resistensi masyarakat terhadap partai baru pimpinan Grace Natalie ini 5,6 persen.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More