Forgot Password Register

Pengamat Transportasi Tak Sependapat dengan Prabowo Soal Pembangunan Infrastruktur

Pengamat Transportasi Tak Sependapat dengan Prabowo Soal Pembangunan Infrastruktur Prabowo Subianto di debat pilpres kedua (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Pengamat Transportasi Institut Studi Transportasi (Intrans) Darmaningtyas menilai Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo enggan menyebutkan bahwa pihaknya melanjutkan studi kelaikan (feasibility study/FS) LRT Palembang dan Bandara Kertajati yang sudah dibuat di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada debat pilpres kedua.

"Pak Jokowi enggan menyebutkan atau menyalahkan pemerintah sebelumnya soal FS, Pak Jokowi tinggal memutuskan pembangunan yang sudah dirintis sejak zaman Pak SBY," kata Darmaningtyas di Jakarta, Minggu malam, 17 Februari 2019.

Baca juga: Jokowi Singgung Ratusan Ribu Hektare Tanah Milik Prabowo di Debat Kedua

Darmaningtyas menjelaskan terkait adanya penilaian Prabowo terkait pembangunan infrastruktur yang tidak efisien, bahwa hal tersebut membutuhkan waktu.

Ia mencontohkan moda kereta rel listrik (KRL) pada 2013 hanya mengangkut sebanyak 450.000 penumpang per hari, dan setelah ada pembenahan melonjak drastis seperti saat ini pada tahun 2019 mencapai 1,2 juta sehari.

Baca juga: Prabowo Bakal Kejar Perusahaan Tambang yang Mengakibatkan Lubang

"Artinya sampai 2013 cenderung stagnan, perkembangan enggak begitu tinggi sampai seperti LRT Palembang memang butuh waktu untuk sosialisasi," katanya. 

Selain itu, menurut dia, pemerintah daerah juga perlu bertanggung jawab terkait pembangunan infrastruktur transportasi, terutama untuk menyosialisasikan kepada masyarakat dan menyediakan angkutan pengumpan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More