Forgot Password Register

Pengaturan Skor Seperti Hantu, Bagaimana Langkah Ampuh PSSI Memeranginya?

Pengaturan Skor Seperti Hantu, Bagaimana Langkah Ampuh PSSI Memeranginya? Kantor PSSI di Senayan. (Foto: Pantau.com/ Tatang Adhiwidharta)

Pantau.com - Liga 1 dan Liga 2 2018 telah memasuki fase akhir kompetisi. Hingga kini kompetisi tertinggi sepakbola nasional Liga 1 telah menyelesaikan pekan ke-31, sementara Liga 2 dalam pekan terakhir memasuki babak delapan besar.

Tak pelak, saat krusial seperti ini, ada beberapa pertandingan yang diduga mengarah match-fixing atau pengaturan skor. Hanya saja, hal tersebut masih bersifat dugaan dan belum didukung dengan bukti-bukti yang kuat.

Seperti kabar yang menerpa Persib Bandung, di mana ada tuduhan para pemainnya menerima suap agar timnya kalah dari PSMS Medan beberapa pekan lalu. Lantas tim berjuluk Maung Bandung itu melakukan klarifikasi.

Baca Juga: Duh! Lakukan Kesalahan Fatal, Wasit Liga 2 Dibebastugaskan

PSSI selaku organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia seakan menjadi sasaran yang diminta untuk segera mengusut beberapa pertandingan yang diduga terindikasi pengaturan skor. Sekretaris jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, pun menyadari kalau tuntutan dari masyarakat pencinta sepakbola Indonesia untuk bisa menciptakan budaya sportif, ia menjelaskan, sebenarnya PSSI sangat proaktif untuk memerangi pengaturan skor.

"Salah satunya adalah bekerja sama dengan Genius Sport untuk mendapatkan laporan khusus mengenai pertandingan yang diduga tidak wajar. Hal ini dilaporkan secara live dan ada beberapa pertandingan yang memang menjadi catatan, dan saat ini memasuki tahap investigasi lanjutan. Jalur formal lainnya adalah laporan yang masuk kepada Komite Disiplin PSSI," kata Tisha seperti dinukil dari Goal, Rabu (21/11/2018).

Untuk menghindari pengaturan skor, Tisha melanjutkan kalau PSSI juga selalu melakukan evaluasi terkait kinerja wasit. Kendati performa wasit di Liga 1 dan Liga 2 kerap menjadi sorotan.

Sekjen PSSI, Ratu Tisha. (Foto: Pantau.com/Wila Wildayanti)

Adapun penilaian terhadap performa wasit melewati tiga tahap. Tisha menjelaskan tahap pertama adalah penilai wasit (referee assessor) PSSI pada saat bertugas. Kemudian dievaluasi kembali oleh direktur teknik wasit PSSI, Toshiyuki Nagi, dan Komite Wasit setiap satu pekan sekali. Tahap akhir adalah penilaian oleh referee assessor JFA (Asosiasi Sepakbola Jepang) di Jepang.

"Laporan tersebut akan dikompilasi per tiga bulan untuk menilai kualitas wasit tersebut (fisik & teknis). Seperti halnya kendala di kepelatihan, jumlah referee assessor PSSI pun masih terbatas, maka dari itu PSSI bekerja sama dengan JFA untuk menanggulangi ini,"tambahnya.

Untuk menjaga profesionalitas, PSSI juga akan melakukan tahapan evaluasi kepada wasit yang memimpin Liga 1, Liga 2 dan Liga 3. Ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pengadil, tapi apabila ada yang terbukti melakukan kecurangan, PSSI tak segan menghentikan karir sang wasit.

"Ada 11 wasit di Liga 1 yang diistirahatkan dan dievaluasi untuk musim depan dan saat ini di Liga 2, Liga 3, memasuki tahap akhir evaluasi. Akhir Desember 2018, akan diputuskan ranking para wasit. Tidak hanya soal teknis, apabila ada wasit yang terbukti melanggar prinsip fairplay dan sportivitas, PSSI tidak akan segan-segan memberhentikan untuk selamanya," jelasnya.

Baca Juga: Ditantang Perbaiki Sepakbola Indonesia, Ini Jawaban Erick Thohir Soal Jadi Ketum PSSI

Tisha mengajak seluruh elemen untuk memerangi pengaturan skor maupun suap di sepakbola. Menurutnya, PSSI tidak bisa bekerja sendirian, maka dari itu seluruh stakeholder sepakbola Indonesia ikut bekerja sama memerangi hal itu, terlebih dari suporter dan media.

"PSSI saat ini bersama dengan AFC sedang menyusun strategi untuk memerangi match-fixing secara keseluruhan. AFC memiliki hotline laporan terkait integritas yang mana ini akan diadopsi PSSI. Setiap laporan dari Genius sport yang masuk, PSSI konsultasikan dengan AFC untuk investigasi lanjutan," tuturnya.

"PSSI berharap bahwa setiap stakeholder sepakbola Indonesia. Mulai dari anggota PSSI, klub, Asprov, hingga elemen-elemen lain yaitu suporter, media, pemerhati, dan juga pihak berwajib dapat bekerja sama untuk memerangi hal ini dan melaporkan kepada PSSI. PSSI akan proaktif untuk mencari bukti serta mengusut tuntas hal-hal ini,"tukasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More